Kampung Wisata Purbayan: Integrasi Teknologi dalam Harmonisasi Nilai Keagamaan dan Budaya
DOI:
https://doi.org/10.33292/ocsj.v4i2.165Keywords:
Budaya, Nilai Agama, Purbayan, Teknologi DigitalAbstract
Latar Belakang: Kampung Wisata Purbayan merupakan kawasan heritage yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah. Keterbatasan masyarakat dalam melakukan promosi mengakibatkan banyak potensi wisata seperti situs sejarah Mataram Islam, arsitektur tradisional Jawa, dan kerajinan lokal belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan desa wisata secara lebih efektif melalui edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Tujuan: Pengabdian dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi budaya, sejarah, dan nilai keagamaan di Kampung Wisata Purbayan dalam pengembangan wisata, dan masih rendahnya penggunaan teknologi digital sebagai media promosi dan edukasi.
Metode: Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal (pengelola kampung, UMKM, tokoh masyarakat) aktif dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi intervensi promosi digital dan edukasi wisata halal.
Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Kampung Wisata Purbayan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi yang kuat dalam mengembangkan wisata berbasis nilai agama dan budaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–18 Maret 2023 dan melibatkan 67 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Suriname menghasilkan tiga temuan utama: (1) penguatan identitas religius dan budaya lokal sebagai basis pengembangan wisata, (2) peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata.
Downloads
References
Agarwal, S., Busby, G., & Huang, R. (2017). Special interest tourism: Concepts, contexts and cases. CAB International.
Ariadi, W., Jatmika, W., Syafii, M., Lobubun, M., Melmambessy, D., Farowowan, F. F., Latuheru, A., Toatubun, H., Wahab, L. A., Rerung, A., Tapilatu, T., Lerebulan, S. L., Fitayanti, S., & Buntu, B. (2022). Potensi Wisata Desa Tapal Batas Distrik Muara Tami Kota Jayapura: Pengembangan Dan Promosi. Open Community Service Journal, 1(2), 66–73. https://doi.org/10.33292/ocsj.v1i2.16
Buhalis, D. (2020). Technology in tourism-from information communication technologies to eTourism and smart tourism towards ambient intelligence tourism: A perspective article. Tourism Review, 75(1), 267–272.
Crouch, G. I., & Ritchie, J. R. B. (1999). Tourism, competitiveness, and societal prosperity. Journal of Business Research, 44(3), 137–152.
Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-based tourism development model and community participation. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7(4), 1–27.
Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart tourism: Foundations and developments. Electronic Markets, 25(3), 179–188.
Hassan, S. H., Rahman, M. K., & Sade, A. B. (2021). Role of blockchain technology in halal supply chain management: A literature review and research agenda. Journal of Islamic Marketing, 12(5), 1039–1060.
Kumar, D. A. (2017). Cultural and heritage tourism: A tool for sustainable development. Global Journal of Commerce & Management Perspective, 6(6), 56–59.
Lemy, D. M., Teguh, F., & Pramezwary, A. (2019). Tourism development in Indonesia. In Delivering Tourism Intelligence. Bridging Tourism Theory and Practice, 11, 91–108. Emerald Publishing Limited.
Neuhofer, B., Buhalis, D., & Ladkin, A. (2015). Smart technologies for personalized experiences: A case study in the hospitality domain. Electronic Markets, 25(3), 243–254.
Rahman, M. K., Zailani, S., & Musa, G. (2020). Halal tourism: A new world definition. Tourism Management Perspectives, 34, 100658.Rebat Al-kanany, M. M. (2020). Extremist iconoclasm versus real Islamic values: Implications for heritage-based tourism development in Iraq. Journal of Heritage Tourism, 15(4), 472–478.
Rebat Al-kanany, M. M. (2020). Extremist iconoclasm versus real Islamic values: implications for heritage-based tourism development in Iraq. Journal of Heritage Tourism, 15(4), 472-478.
Regmi, K. D., & Walter, P. G. (2016). Conceptualising host learning in community-based ecotourism homestays. Journal of Ecotourism, 15(1), 51–63.
Sigala, M. (2018). Market formation in the sharing economy: Findings and implications from the sub-economies of Airbnb. Journal of Business Research, 88, 357–369.
Timothy, D. J. (2011). Cultural heritage and tourism: An introduction (Vol. 4). Channel View Publications.
Usman, M., Mario, Asbar, & Tahir, M. I. T. (2022). Potensi Benteng Alla Utara Menuju Desa Agrowisata, Kabupaten Enrekang. Open Community Service Journal, 1(2), 120–128. https://doi.org/10.33292/ocsj.v1i2.18
Van der Hoeven, A. (2019). Networked practices of intangible urban heritage: The changing public role of Dutch heritage professionals. International Journal of Cultural Policy, 25(2), 232–245.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ihwana As’ad, Makmur Harun, Faidah Azuz, Muhammad Alwi, Sri Firmiaty, Sugiarti, Lilis Nur Hayati, A. Ulfah Tenripada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
See this page Open Access Policy






