Pengenalan Digital Wellbeing Untuk Memaksimalkan Teknologi Ramah Gadget Sebagai Bagian Literasi Kesehatan Dan Pendidikan Keluarga

Authors

  • Ati Yuniati Fakultas Hukum, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia
  • Mega Metalia Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia
  • Ratna Septiyanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33292/ocsj.v5i1.157

Keywords:

Digital Wellbeing, Literasi Kesehatan dan Pendidikan, Ramah Gadget

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget yang meningkat di kalangan remaja, terutama remaja yang tinggal di Kecamatan Rajabasa Raya, telah berdampak negatif pada kesehatan mental, dengan fenomena kecanduan gadget dan gangguan otak yang nyata. Fenomena ini semakin meningkat di kecamatan Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung, mengancam kualitas pembelajaran dan perkembangan psikologis remaja.
Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan digital wellbeing untuk mencegah remaja kecanduan perangkat dan gangguan penurunan kualitas kognitif.
Metode: Metode kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi ramah gadget terkait kesehatan mental, digital wellbeing dan manajmen waktu layar. Sebelum dilaksanakan penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test melalui pertanyaan secara tertulis pada remaja di kecamatan Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan digital sudah memiliki dasar yang kuat. Hasil pretest menunjukkan bahwa 61,6% responden remaja setuju bahwa penggunaan perangkat elektronik yang aman dan sehat adalah penting. Setelah tim PkM menyampaikan materi, pemahaman remaja kian meningkat menjadi 70,2%. Peningkatan ini didasarkan pada tes sebelum dan setelah tes. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak positif bagi remaja karena dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang pentingnya menggunakan teknologi digital secara sehat dan seimbang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

George, M. J., & Odgers, C. L. (2015). Seven Fears and The Science of How Mobile Technologies May Be Influencing Adolescents In The Digital Age. Perspectives on Psychological Science, 10(6), 832–851.

Hutomo, A. (2023). Kecanduan Gadget di Kalangan Remaja: Dampak, Penyebab, dan Solusi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

McCrae, N., & Grealish, A. (2020). A Systematic Review: The Influence of Social Media on Depression, Anxiety, And Psychological Distress in Adolescents. Internasional Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 79–93.

Marpaung, J. (2018). Pengaruh Penggunaan Gadget Dalam Kehidupan. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 5(2), 55–64. https://doi.org/10.33373/kop.v5i2.1521

Orben, A., Dienlin, T., & Przybylski, A. K. (2019). Social Media’s Enduring Effect on Adolescent Life Satisfaction. Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(2), 10226–10228.

Setyowatie, D. (2023) ‘E Sosialisasi Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget Serta Media Sosial di Kalangan Anak-anak dan Remaja’, IJCOSIN: Indonesian Journal of Community Service and Innvation, 3(1), pp. 64–71. Available at: https://doi.org/10.20895/ijcosin.v3i1.919

Suwandi, A. (2022). Kesehatan Mental dalam Era Digital: Menangani Kecanduan Teknologi pada Remaja. Surabaya: Penerbit Bumi Aksara.

Teguh, S. & Lestari, N. (2022). Dampak Teknologi terhadap Perkembangan Psikologis Remaja. Bandung: RemajaRosdakarya.

Wibowo, A. (2021). Literasi Digital dan Kesehatan Mental Remaja. Jakarta: Penerbit Kencana.

Wulan, S., Reski, S. M., Nasution, Y. A., & Lubis, A. (2021). Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 4(2), 260–264.

Zahra, F. (2021). Kesehatan Mental dan Teknologi: Mengelola Digital Wellbeing bagi Remaja. Surabaya: Penerbit Gema Media.

Published

2026-02-25

How to Cite

Yuniati, A., Metalia, M., & Septiyanti, R. (2026). Pengenalan Digital Wellbeing Untuk Memaksimalkan Teknologi Ramah Gadget Sebagai Bagian Literasi Kesehatan Dan Pendidikan Keluarga. Open Community Service Journal, 5(1), 16–21. https://doi.org/10.33292/ocsj.v5i1.157