Pendampingan Pengendalian Kadar Air melalui Transfer Pengetahuan Pengeringan pada Produksi Seduhan Herbal Daun Kakao di Rumah Cokelat Kelurahan Bunder Gunungkidul

Authors

  • Farrah Fadhillah Hanum Magister Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Budi Barata Kusuma Utami Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Rusdiyanto Rusdiyanto Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Iin Narwanti Program Studi Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Rokhmayanti Rokhmayanti Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Alfin Hadi Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Mutiara Wilson Putri Program Studi Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33292/ocsj.v5i1.204

Keywords:

Daun kakao, Seduhan herbal, Kadar air, Pengeringan, Sosialisasi

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan daun kakao hasil pemangkasan sebagai bahan baku seduhan herbal merupakan salah satu upaya diversifikasi produk kakao yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas kakao. Berdasarkan hasil pengabdian di tahun pertama, daun kakao muda memiliki tingkat penerimaan yang baik sebagai bahan baku seduhan herbal, namun proses pengeringan masih menjadi kendala dalam menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten.
Tujuan: Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra mengenai teknik pengeringan dan perhitungan kadar air pada produksi seduhan herbal daun kakao.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di Rumah Coklat Gunungkidul melalui metode sosialisasi dengan sasaran anggota pengelola Rumah Cokelat dan kelompok tani kakao sebanyak 8 peserta. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, dan metode perhitungan kadar air serta evaluasi menggunakan pretest dan postest.
Hasil: Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest, sedangkan penerimaan produk dievaluasi melalui uji kesukaan terhadap seduhan daun kakao dengan kadar air di bawah dan di atas 10%. Hasil evaluating menunjukkan adanya perinatal pemahaman peserta mengenai proses pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, serta kadar air optimum yang diperlukan dalam produksi seduhan herbal daun kakao. Persentase peserta yang mengetahui kadar air optimum sebesar 5–10% meningkat dari 62,5% pada pretest menjadi 87,5% pada posttest. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa seduhan daun kakao dengan kadar air di atas 10% cenderung lebih disukai peserta, terutama pada atribut aroma dan aftertaste. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam memahami pengendalian kadar air sebagai salah satu parameter mutu penting dalam produksi seduhan herbal daun kakao dan menjadi dasar dalam pengembangan proses pengeringan yang lebih terstandarisasi. Kegiatan lanjutan direkomendasikan dapat berupa pendampingan penyusunan SOP proses pengeringan dan penerapan pengukuran kadar air secara rutin untuk menghasilkan mutu seduhan herbal yang lebih konsisten.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Farrah Fadhillah Hanum, Magister Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Budi Barata Kusuma Utami, Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Rusdiyanto Rusdiyanto, Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Iin Narwanti, Program Studi Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Rokhmayanti Rokhmayanti, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Alfin Hadi, Program Studi Akutansi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

Mutiara Wilson Putri, Program Studi Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

INDONESIA

References

Arifin, Y. E., Padjung, R., & Iswoyo, H. (2025). Pengaruh Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pembungaan dan Produksi Tanaman Kakao. Jurnal Agrivigor, 44–62. https://doi.org/10.20956/ja.v14i1.42976

Asiah, N., & Djaeni, M. (2021). Konsep Dasar Proses Pengeringan Pangan.

Budi, B. K. U., Narwanti, I., Fadhillah Hanum, F., Permana Antara Putra, G., Izati Rahmadani, N., Salwa Adestu, Z., Fatmala, E., & Sukmasuci Lestari, R. (2025). Inovasi Pemanfaatan Daun Kakao: Pelatihan Pembuatan Seduhan Herbal Untuk Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Petani Kakao. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(4), 129–134. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM

Doymaz, İ. (2017). Air-drying characteristics of medicinal and aromatic plants: A review. Renewable Agriculture and Food Systems, 32(6), 531–542.

Febrianto, N. A., Wang, S., Wang, S., & Zhu, F. (2021). Chemical and biological properties of cocoa beans affected by processing: A review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. https://doi.org/10.1080/10408398.2021.1928597

Fellows, P. J. (2017). Food Processing Technology: Principles and Practice (4th ed.). Woodhead Publishing.

Food and Agriculture Organization. (2023). Good Practices for Sustainable Cocoa Production. FAO.

Hernández-Núñez, H. E., Gutiérrez-Montes, I., Bernal-Núñez, A. P., Gutiérrez-García, G. A., Suárez, J. C., Casanoves, F., & Flora, C. B. (2021). Cacao cultivation as a livelihood strategy: Contributions to the well-being of Colombian rural households. Agriculture and Human Values. https://doi.org/10.1007/S10460-021-10240-Y

Mahardani, O. T., & Yuanita, L. (2021). Efek metode pengolahan dan penyimpanan terhadap kadar senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan. Unesa Journal of Chemistry, 10(1), 64–78. https://doi.org/10.26740/ujc.v10n1.p64-78

Maqfirah, Z., Nasution, M. A., Nasution, M. P., & Nasution, H. M. (2023). Penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan n-heksan pada daun kakao (Theobroma cacao L.) dengan metode spektrofotometri uv-vis. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(4), 1534–1543. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i4.43

Parbuntari, H., Prestica, Y., Gunawan, R., Nurman, M. N., & Adella, F. (2018). Preliminary Phytochemical Screening (Qualitative Analysis) of Cacao Leaves (Theobroma cacao L.). EKSAKTA, 19(2), 40–45. https://doi.org/10.24036/eksakta/vol19-iss2/142

Rahman, M. S. (2020). Handbook of Food Preservation (3rd ed.). CRC Press.

Sitarek, P., Merecz-Sadowska, A., Sikora, J., Osicka, W., Śpiewak, I., Picot, L., & Kowalczyk, T. (2024). Exploring the Therapeutic Potential of Theobroma cacao L.: Insights from in vitro, in vivo, and nanoparticle studies on anti-inflammatory and anticancer effects. Antioxidants. https://doi.org/10.3390/antiox13111376

Utami, B. B. K., Rusdianto., Hanum, F. F., Narwanti, I., Rokhmayanti., Putra, G. P. A., Rahmadani, N. I., Adestu, Z. S., & Lestari, R. S. (2025). Diversifikasi kakao (Theobroma cacao L.) menjadi produk herbal: Pengembangan produk lokal untuk menyongsong eduwisata. Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 650–654.

Wijaya, C. H., & Carolina, C. (2022). Preferensi konsumen terhadap minuman fungsional berbasis ekstrak kumis kucing sebagai jamu. Jurnal Mutu Pangan, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.29244/jmpi.2022.9.1.1

Yuliani, N. D., Djauhari, A. B., Hariyani, N., & Handarini, K. (2023). Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Terhadap Kadar Polifenol, Tanin, Air Dan Organoleptik Seduhan Daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica). Pro-STek, 5(2), 117. https://doi.org/10.35194/prs.v5i2.3620

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Hanum, F. F., Utami, B. B. K., Rusdiyanto, R., Narwanti, I., Rokhmayanti, R., Hadi, A., & Putri, M. W. (2026). Pendampingan Pengendalian Kadar Air melalui Transfer Pengetahuan Pengeringan pada Produksi Seduhan Herbal Daun Kakao di Rumah Cokelat Kelurahan Bunder Gunungkidul. Open Community Service Journal, 5(1), 169–178. https://doi.org/10.33292/ocsj.v5i1.204