Open Community Service Journal
https://opencomserv.com/index.php/OCSJ
<p><strong>Open Community Service Journal (OCSJ)</strong> merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global. Open Community Service Journal telah ber P-ISSN 2828-2892 dan E-ISSN 2828-1195.</p>Research and Social Study Instituteen-USOpen Community Service Journal2828-2892<p>See this page <strong><a title="Open Access Policy" href="https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/open_access_policy">Open Access Policy</a></strong></p> <p> </p>Edukasi Ekosistem Laut melalui Visualisasi Mikroskopis Plankton bagi Siswa SD Allang Asaude
https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/198
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terkait komponen dasar ekosistem laut, khususnya plankton sebagai dasar rantai makanan, menjadi tantangan dalam upaya edukasi lingkungan pesisir, terutama karena karakteristiknya yang mikroskopis dan tidak mudah diamati secara langsung.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kelautan siswa melalui pengenalan plankton sebagai dasar rantai makanan laut.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan pada 45 siswa kelas V dan VI SD Negeri Allang Asaude dengan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui penyampaian materi berbasis visual, diskusi interaktif, serta pengamatan mikroskopis plankton (fitoplankton dan zooplankton). Evaluasi dilakukan menggunakan metode <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dari 0% pada tahap <em>pre-test</em> menjadi 95% pada tahap <em>post-test</em>. Selain meningkatkan aspek kognitif, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan minat belajar serta kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Dengan demikian, edukasi berbasis visualisasi mikroskopis plankton terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem laut sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.</p>Maureen A. TuapattinajaNiette V. HuliselanPrulley A. UneputtyJanson PieterszRichardzon D. R. D. S. MoningkaRian Fadli
Copyright (c) 2026 Maureen A. Tuapattinaja, Niette V. Huliselan, Prulley A. Uneputty, Janson H. Pietersz, Richardzon D. R. D. S. Moningka, Rian Fadli
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-08-032026-08-035219120210.33292/ocsj.v5i2.198Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Klaster Sumber dan Kawasan di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/192
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Permasalahan sampah rumah tangga di Kelurahan Margodadi ditandai dengan rendahnya pemilahan di sumber dan keterbatasan sistem tata kelola komunal.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian ini bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan partisipatif melalui pendekatan klaster.<br /><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan dibagi menjadi dua fokus utama: Klaster 1 (optimalisasi sumber) dan Klaster 2 (optimalisasi kawasan) yang dilaksanakan oleh enam unit mahasiswa KKN (total terdapat 48 orang mahasiswa yang terlibat).<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan awal terhadap kesadaran warga dalam pemilahan sampah melalui inovasi "Bank Botol Pintar" dan "Sedekah Sampah Masjid". Implementasi teknologi tepat guna berupa Lubang Resapan Biopori (LRB) dan Biopori Jumbo terbukti efektif mereduksi volume sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunal. Selain itu, pengembangan sistem "Hidrosiklus" berbasis hidroponik memberikan nilai ekonomi sirkular bagi kelompok PKK. Penguatan kelembagaan melalui penyusunan SOP dan digitalisasi administrasi menjamin keberlanjutan program secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara edukasi perilaku, penyediaan sarana fisik, dan penguatan struktur sosial mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah desa yang berkelanjutan.</p>Hijrah Purnama PutraIsag Yudhanta
Copyright (c) 2026 Hijrah Purnama Putra, Isag Yudhanta
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-08-102026-08-105220321510.33292/ocsj.v5i2.192Tuberculosis Harmony Project: Pemberdayaan Kelompok Peduli TB melalui Pelatihan dan Penyuluhan di Desa Palakahembi
https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/193
<p><strong>Pendahuluan:</strong> Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global yang harus segera dihentikan penularannya. Keterlibatan aktif <em>stakeholder</em> dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan penanganan TB.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan Kelompok Peduli TB serta penyuluhan kesehatan di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan TB <em>Care Group</em> yang diikuti oleh 13 peserta dan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh 35 masyarakat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, <em>role play</em>, studi kasus, dan pembagian <em>leaflet</em> edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan TB berisi 15 pertanyaan pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor dan kategori pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil<em> pre-test</em> dan <em>post-test</em> menunjukkan bahwa pelatihan kelompok peduli TB efektif meningkatkan pengetahuan peserta, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari 38,5% menjadi 76,9% dan tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang setelah intervensi. Pada kegiatan penyuluhan masyarakat, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8,6% menjadi 57,1%, sedangkan kategori kurang menurun dari 62,8% menjadi 8,6%. Peningkatan pengetahuan menunjukkan efektivitas metode edukasi partisipatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai TB.<br /><strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan Kelompok Peduli TB dan penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis. Integrasi edukasi kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat berpotensi memperkuat partisipasi komunitas dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian TB secara berkelanjutan. </p>Yosephina Elizabeth Sumartini GunawanLeni LandudjamaYublina RohiTatu RijaJuniferd HanggawaliSafril Evan DominggusClarania KlauGabriela Olgaviana Malo
Copyright (c) 2026 Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan, Leni Landudjama, Yublina Rohi, Tatu Rija, Juniferd Hanggawali, Safril Evan Dominggus, Clarania Klau, Gabriela Olgaviana Malo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-09-012026-09-0152216–227216–22710.33292/ocsj.v5i2.193