https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/issue/feedOpen Community Service Journal2026-03-05T03:34:34+07:00Ali Rahmat, Ph.D. coms.ressi@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Open Community Service Journal (OCSJ)</strong> merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global. Open Community Service Journal telah ber P-ISSN 2828-2892 dan E-ISSN 2828-1195.</p>https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/146Gerakan Mendidik Anak Desa (GEMA): Upaya Peningkatan Kreasi, Literasi, dan Motivasi Belajar Anak di Desa Godog, Kabupaten Sukoharjo2025-07-21T08:13:14+07:00Rima Vien Permata Hartantorimavien@staff.uns.ac.idEnricho Santuariorimavien@staff.uns.ac.idFaishalrimavien@staff.uns.ac.idMuharra Teddy Erwiansyahrimavien@staff.uns.ac.idShofa Salsabilarimavien@staff.uns.ac.id<p><strong>Batar Belakang:</strong> Di Desa Godog, Kabupaten Sukoharjo, masih ditemukan permasalahan yang menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan, yaitu rendahnya literasi dan motivasi belajar anak.<br /><strong>Tujuan:</strong> Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Gerakan Mendidik Anak Desa (GEMA) dirancang sebagai langkah inisiatif yang menitikberatkan pada pengembangan kreativitas, literasi, dan motivasi belajar anak-anak.<br /><strong>Metode:</strong> Program ini dilaksanakan melalui metode pendampingan secara langsung dengan berbagai kegiatan, seperti penggunaan media digital, permainan, dan kesenian.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih termotivasi dan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap proses belajar. Mereka juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan, terutama saat terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan dan berbasis teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inovatif melalui media kreatif dan digital dapat menjadi cara alternatif dalam menumbuhkan semangat belajar anak-anak di desa. Kesimpulannya, GEMA dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun lingkungan belajar yang lebih menarik, mengembangkan literasi, dan mendorong keberlanjutan semangat belajar anak-anak di desa secara holistik.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rima Vien Permata Hartanto, Enricho Santuario, Faishal, Muharra Teddy Erwiansyah, Shofa Salsabilahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/157Pengenalan Digital Wellbeing Untuk Memaksimalkan Teknologi Ramah Gadget Sebagai Bagian Literasi Kesehatan Dan Pendidikan Keluarga2026-01-26T20:05:30+07:00Ati Yuniatimega.metalia@feb.unila.ac.idMega Metaliamega.metalia@feb.unila.ac.idRatna Septiyantimega.metalia@feb.unila.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penggunaan gadget yang meningkat di kalangan remaja, terutama remaja yang tinggal di Kecamatan Rajabasa Raya, telah berdampak negatif pada kesehatan mental, dengan fenomena kecanduan gadget dan gangguan otak yang nyata. Fenomena ini semakin meningkat di kecamatan Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung, mengancam kualitas pembelajaran dan perkembangan psikologis remaja.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan digital wellbeing untuk mencegah remaja kecanduan perangkat dan gangguan penurunan kualitas kognitif.<br /><strong>Metode:</strong> Metode kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi ramah gadget terkait kesehatan mental, digital wellbeing dan manajmen waktu layar. Sebelum dilaksanakan penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test melalui pertanyaan secara tertulis pada remaja di kecamatan Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan digital sudah memiliki dasar yang kuat. Hasil pretest menunjukkan bahwa 61,6% responden remaja setuju bahwa penggunaan perangkat elektronik yang aman dan sehat adalah penting. Setelah tim PkM menyampaikan materi, pemahaman remaja kian meningkat menjadi 70,2%. Peningkatan ini didasarkan pada tes sebelum dan setelah tes. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak positif bagi remaja karena dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang pentingnya menggunakan teknologi digital secara sehat dan seimbang.</p>2026-02-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ati Yuniati, Mega Metalia, Ratna Septiyantihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/172Peningkatan Pemahaman Merdeka Belajar Melalui Sosialisasi Dan Kemitraan Kampus Mengajar Di SMA Negeri 10 Kota Ambon2026-01-20T11:20:39+07:00Alfonsina Marthina Tapotubunam.tapotubun@gmail.comNatelda R. Timiselantimisela@gmail.comJuliaeta Adriana B Mamesahjabmamesah@gmail.comHellen Nanlohyhnanlohy@gmail.comIrma Kesaulyaikesaulya@gmail.comPrulley Anette Uneputtypauneputtty@gmail.comMirtha Yuni Sari Risakottamyunisari@gmail.comRevency Vania Rugebregtam.tapotubun@gmail.comJohan Riryriryjohan@gmail.comJusak Labetubunam.tapotubun@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan upaya strategis pemerintah dalam merespons tantangan pembelajaran di era Society 5.0. Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah program Kampus Mengajar yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang kebijakan MBKM melalui sosialisasi dan penjajakan kemitraan program Kampus Mengajar kepada siswa SMA Negeri 10 Kota Ambon.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2023 menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Negeri 10 Kota Ambon.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual peserta mengenai kebijakan MBKM serta peran strategis program Kampus Mengajar. Selain itu, terbangun kesadaran awal mengenai pentingnya kemitraan sekolah–perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran yang adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah mitra dalam memahami arah kebijakan pendidikan nasional serta menjadi langkah awal penguatan kemitraan institusional.</p>2026-03-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alfonsina Marthina Tapotubun, Natelda R. Timisela, Juliaeta Adriana. B. Mamesah, Hellen Nanlohy, Irma Kesaulya, Prulley Anette Uneputty, Mirtha Yuni Sari Risakotta, Revency Vania Rugebregt, Johan Riry, Jusak Labetubunhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/174Edukasi Interaktif Terumbu Karang Bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth, Kota Ambon2026-01-20T11:32:44+07:00Sara Haumahuspattinama21@gmail.comMuhammad F Barcintamuhammadfbarcinta@gmail.comJunita Supusepasupusepajunita@gmail.comKrisye Pasaneakrisye.pasanea@lecturer.unpatti.ac.idRahman Rahmanrahmanrajai@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kondisi terumbu karang di Pulau Ambon yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, sehingga diperlukan edukasi lingkungan sejak usia sekolah.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul <em>“Edukasi Interaktif Ekosistem Terumbu Karang bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon”</em> bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang.<br /><strong>Metode:</strong> Sasaran kegiatan adalah siswa kelas VIII SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon sebanyak 21 orang dan satu orang guru pendamping. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi interaktif yang meliputi pemutaran film dokumenter, penyampaian materi dengan bahasa sederhana, diskusi, dan permainan edukatif. Materi yang diberikan mencakup pengertian ekosistem terumbu karang, fungsi dan manfaatnya bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir, serta berbagai aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan pada seluruh indikator pembelajaran. Nilai <em>post-test</em> lebih tinggi (95,24%) dibandingkan <em>pre-test</em> (26,19%), yang menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan media pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang dan dapat menjadi dasar pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Ambon.</p>2026-03-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sara Haumahu, Muhammad F. Barcinta, Junita Supusepa, Krisye Pasanea, Rahman Rahmanhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/176Mendorong Jiwa Wirausaha Sejak Dini: Pelatihan Pembuatan Aksesoris dan Ide Bisnis bagi Siswa Yayasan Sekolah Rakyat Kejawan2026-01-24T23:31:29+07:00Refi Renardirini.oktavera@gmail.comSatya Yudha Laksonorini.oktavera@gmail.comSigit Bantomo Putrorini.oktavera@gmail.comSabina Putri Anamrini.oktavera@gmail.comReva Azizah Fitriahrini.oktavera@gmail.comPipit Putri Adzanirini.oktavera@gmail.comSherly Savirarini.oktavera@gmail.comRini Oktaverarini.oktavera@gmail.comPismia Sylvirini.oktavera@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan studi pendahuluan melalui observasi langsung, wawancara informal dengan pengurus yayasan, serta diskusi dengan anak-anak binaan untuk memetakan kebutuhan, minat, kemampuan awal, dan kondisi sosial-ekonomi peserta. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa anak-anak di Yayasan Sekolah Rakyat Kejawan, Surabaya, memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan keterampilan hidup dan kewirausahaan, namun menyimpan potensi kreativitas yang belum berkembang secara optimal.<br /><strong>Tujuan:</strong> Berdasarkan kondisi tersebut, program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa-siswi melalui pelatihan ide bisnis berbasis keterampilan sederhana.<br /><strong>Metode:</strong> Program dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui metode pelatihan langsung (hands-on training), yang meliputi pengenalan konsep ide bisnis, praktik pembuatan produk aksesoris sederhana, perhitungan harga jual, serta diskusi mengenai nilai ekonomi karya. Kegiatan dilaksanakan oleh tim mahasiswa Universitas Terbuka dengan melibatkan 11 anak binaan Yayasan Sekolah Rakyat.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan partisipasi, keberanian menyampaikan ide, kreativitas produk, serta pemahaman dasar kewirausahaan. Sebanyak 90% peserta menyelesaikan pembuatan produk dan menunjukkan minat untuk mengembangkan ide usaha sederhana lainnya. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan, sikap, dan kepercayaan diri peserta, serta berkontribusi pada upaya pemberdayaan anak-anak marginal melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan aplikatif.</p>2026-03-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Refi Renardi, Satya Yudha Laksono, Sigit Bantomo Putro, Sabina Putri Anam, Reva Azizah Fitriah, Pipit Putri Adzani, Sherly Savira, Rini Oktavera, Pismia Sylvihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/177Pengembangan Wawasan Perempuan Anggota Aisyiyah Pulau Tidung terhadap Pengolahan Hasil Laut di Wilayah Kepulauan Seribu2026-01-20T11:09:55+07:00Roslaini Roslainiroslaini@uhamka.ac.idSiswana Siswanaroslaini@uhamka.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan perempuan Pulau Tidung, khususnya anggota ‘Aisyiyah, dalam pengolahan hasil laut yang higienis dan bernilai tambah. Kondisi ini menyebabkan potensi sumber daya laut yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengelolaan dan pengolahan hasil laut yang higienis serta mengembangkan keterampilan pembuatan produk olahan ikan yang berpotensi dipasarkan.<br /><strong>Metode:</strong> Pelaksanaan PkM dilakukan secara luring dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengevaluasi capaian kegiatan. Materi yang diberikan meliputi wawasan tentang pengolahan hasil laut yang higienis serta praktik pembuatan produk olahan ikan, seperti pempek, sebagai alternatif produk bernilai tambah.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil laut. Temuan ini diperoleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama kegiatan berlangsung. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta, terutama pada sesi praktik, mengindikasikan tingginya minat serta potensi keberlanjutan program dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian ekonomi perempuan Pulau Tidung.</p>2026-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Roslaini Roslaini, Siswana Siswanahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/178Edukasi dan Pembentukan Group Sharing dalam Pemanfaatan Buku KIA2026-01-20T11:37:24+07:00Nurlaili Ramlinurlaili.ramli@gmail.comEvi Zaharanurlaili.ramli@gmail.comYushida Yushidanurlaili.ramli@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Buku KIA merupakan sebuah alat pemantau kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kesehatan primer, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Dibutuhkan edukasi dan pendampingan agar ibu mengetahui informasi yang terdapat dalam buku KIA dan membawanya saat pemeriksaan kesehatan kehamilan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dilakukannya sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan keluarga dengan ibu hamil dalam memanfaatkan buku KIA secara maksimal melalui edukasi dan <em>group sharing</em>.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan juli sampai Agustus 2024 pada ibu hamil dan keluarga. Sasaran kegiatan ini berjumlah 26 orang ibu hamil dan suami atau orangtua 26 orang. Metode pengabdian dilakukan melalui pemberian edukasi tentang buku KIA, pembentukan <em>group sharing</em>, serta dilakukan penilaian pemanfaatan buku KIA di bulan Agustus 2024. Pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi dinilai dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu tentang buku KIA.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang buku KIA, pengetahuan baik sebesar 13,46% saat <em>pre-test</em> menjadi 96,15% setelah <em>post-test</em> dan 92% ibu hamil memanfaatkan buku KIA secara optimal.</p>2026-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurlaili Ramli, Evi Zahara, Yushida Yushidahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/181Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari2026-03-05T03:34:34+07:00Pahenra A Nongkoanongkohenra@gmail.comHasmira Saidhasmirasaid@umkendari.ac.idYaman La Ndiboyaman@umkendari.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari dilaksanakan sebagai respons terhadap kendala signifikan yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun tulisan akademis.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penulisan ilmiah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 29-30 Juli 2025, di ruang Teleconference Gedung E UMK, dengan 45 mahasiswa semester akhir dari berbagai program studi sebagai peserta.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan dasar karya ilmiah, pengelolaan referensi menggunakan Mendeley, serta praktik penulisan bagian-bagian karya ilmiah.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,3 (<em>pre-test</em>) menjadi 91,6 (<em>post-test</em>), dengan lonjakan terbesar pada indikator teknik referensi dan sitasi. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode pelatihan yang diterapkan sangat efektif. Sebagai kesimpulan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang menguatkan pemahaman mereka tentang struktur dan etika penulisan, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah.</p>2026-04-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Pahenra A Nongko,Hasmira Said, Yaman La Ndibohttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/182Pendidikan Dialogis untuk Memperkuat Peran Mahasiswa dalam Penerapan Hak Asasi Manusia di Universitas Sjakhyakirti2026-02-27T15:03:02+07:00Junaidi Junaidijunaidi@unisti.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Meskipun nilai hak asasi manusia (HAM) kini menjadi unsur penting dalam sistem hukum dan pendidikan di Indonesia, pemahaman dan internalisasinya di kalangan mahasiswa masih terbatas. Hal ini tercermin dari masih rendahnya kesadaran akan prinsip kesetaraan, penghargaan terhadap keragaman, serta partisipasi untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan adil, menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan penerapan HAM di kampus.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dilakukannya sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasinya nilai Hak Asasi Manusia di lingkungan kampus.<br /><strong>Metode:</strong> Program pengabdian masyarakat yang dilakukan menggunakan pendekatan edukatif‑partisipatif melalui tiga fase: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan berupa sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta kampanye nilai‑nilai HAM dengan narasumber Abdul Haris Semendawai dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan akademisi Universitas Sjakhyakirti, Junaidi.<br /><strong>Hasil:</strong> Evaluasi dilakukan dengan <em>pre‑test</em> dan <em>post‑test</em>. <em>Pre‑test</em> menghasilkan rata‑rata nilai 58,4, dengan 27,5 % peserta memperoleh nilai di atas 70, sementara <em>post‑test</em> naik menjadi 84,7, dimana 88,75 % peserta mencatat nilai di atas 70. Peningkatan sebesar 26,3 poin tersebut menandakan bahwa metode edukasi dialogis dan partisipatif efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep serta implementasi nilai‑nilai HAM di lingkungan kampus.</p>2026-04-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Junaidi Junaidi