https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/issue/feedOpen Community Service Journal2026-06-09T09:47:56+07:00Ali Rahmat, Ph.D. info@opencomserv.comOpen Journal Systems<p><strong>Open Community Service Journal (OCSJ)</strong> merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global. Open Community Service Journal telah ber P-ISSN 2828-2892 dan E-ISSN 2828-1195.</p>https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/146Gerakan Mendidik Anak Desa (GEMA): Upaya Peningkatan Kreasi, Literasi, dan Motivasi Belajar Anak di Desa Godog, Kabupaten Sukoharjo2025-07-21T08:13:14+07:00Rima Vien Permata Hartantorimavien@staff.uns.ac.idEnricho Santuariorimavien@staff.uns.ac.idFaishalrimavien@staff.uns.ac.idMuharra Teddy Erwiansyahrimavien@staff.uns.ac.idShofa Salsabilarimavien@staff.uns.ac.id<p><strong>Batar Belakang:</strong> Di Desa Godog, Kabupaten Sukoharjo, masih ditemukan permasalahan yang menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan, yaitu rendahnya literasi dan motivasi belajar anak.<br /><strong>Tujuan:</strong> Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Gerakan Mendidik Anak Desa (GEMA) dirancang sebagai langkah inisiatif yang menitikberatkan pada pengembangan kreativitas, literasi, dan motivasi belajar anak-anak.<br /><strong>Metode:</strong> Program ini dilaksanakan melalui metode pendampingan secara langsung dengan berbagai kegiatan, seperti penggunaan media digital, permainan, dan kesenian.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih termotivasi dan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap proses belajar. Mereka juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan, terutama saat terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan dan berbasis teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inovatif melalui media kreatif dan digital dapat menjadi cara alternatif dalam menumbuhkan semangat belajar anak-anak di desa. Kesimpulannya, GEMA dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun lingkungan belajar yang lebih menarik, mengembangkan literasi, dan mendorong keberlanjutan semangat belajar anak-anak di desa secara holistik.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rima Vien Permata Hartanto, Enricho Santuario, Faishal, Muharra Teddy Erwiansyah, Shofa Salsabilahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/157Pengenalan Digital Wellbeing Untuk Memaksimalkan Teknologi Ramah Gadget Sebagai Bagian Literasi Kesehatan Dan Pendidikan Keluarga2026-01-26T20:05:30+07:00Ati Yuniatimega.metalia@feb.unila.ac.idMega Metaliamega.metalia@feb.unila.ac.idRatna Septiyantimega.metalia@feb.unila.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penggunaan gadget yang meningkat di kalangan remaja, terutama remaja yang tinggal di Kecamatan Rajabasa Raya, telah berdampak negatif pada kesehatan mental, dengan fenomena kecanduan gadget dan gangguan otak yang nyata. Fenomena ini semakin meningkat di kecamatan Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung, mengancam kualitas pembelajaran dan perkembangan psikologis remaja.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan digital wellbeing untuk mencegah remaja kecanduan perangkat dan gangguan penurunan kualitas kognitif.<br /><strong>Metode:</strong> Metode kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi ramah gadget terkait kesehatan mental, digital wellbeing dan manajmen waktu layar. Sebelum dilaksanakan penyuluhan, dilakukan pre-test dan post-test melalui pertanyaan secara tertulis pada remaja di kecamatan Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan digital sudah memiliki dasar yang kuat. Hasil pretest menunjukkan bahwa 61,6% responden remaja setuju bahwa penggunaan perangkat elektronik yang aman dan sehat adalah penting. Setelah tim PkM menyampaikan materi, pemahaman remaja kian meningkat menjadi 70,2%. Peningkatan ini didasarkan pada tes sebelum dan setelah tes. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak positif bagi remaja karena dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang pentingnya menggunakan teknologi digital secara sehat dan seimbang.</p>2026-02-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ati Yuniati, Mega Metalia, Ratna Septiyantihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/172Peningkatan Pemahaman Merdeka Belajar Melalui Sosialisasi Dan Kemitraan Kampus Mengajar Di SMA Negeri 10 Kota Ambon2026-01-20T11:20:39+07:00Alfonsina Marthina Tapotubunam.tapotubun@gmail.comNatelda R. Timiselantimisela@gmail.comJuliaeta Adriana B Mamesahjabmamesah@gmail.comHellen Nanlohyhnanlohy@gmail.comIrma Kesaulyaikesaulya@gmail.comPrulley Anette Uneputtypauneputtty@gmail.comMirtha Yuni Sari Risakottamyunisari@gmail.comRevency Vania Rugebregtam.tapotubun@gmail.comJohan Riryriryjohan@gmail.comJusak Labetubunam.tapotubun@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan upaya strategis pemerintah dalam merespons tantangan pembelajaran di era Society 5.0. Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah program Kampus Mengajar yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang kebijakan MBKM melalui sosialisasi dan penjajakan kemitraan program Kampus Mengajar kepada siswa SMA Negeri 10 Kota Ambon.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2023 menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Negeri 10 Kota Ambon.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual peserta mengenai kebijakan MBKM serta peran strategis program Kampus Mengajar. Selain itu, terbangun kesadaran awal mengenai pentingnya kemitraan sekolah–perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran yang adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah mitra dalam memahami arah kebijakan pendidikan nasional serta menjadi langkah awal penguatan kemitraan institusional.</p>2026-03-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alfonsina Marthina Tapotubun, Natelda R. Timisela, Juliaeta Adriana. B. Mamesah, Hellen Nanlohy, Irma Kesaulya, Prulley Anette Uneputty, Mirtha Yuni Sari Risakotta, Revency Vania Rugebregt, Johan Riry, Jusak Labetubunhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/174Edukasi Interaktif Terumbu Karang Bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth, Kota Ambon2026-01-20T11:32:44+07:00Sara Haumahuspattinama21@gmail.comMuhammad F Barcintamuhammadfbarcinta@gmail.comJunita Supusepasupusepajunita@gmail.comKrisye Pasaneakrisye.pasanea@lecturer.unpatti.ac.idRahman Rahmanrahmanrajai@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kondisi terumbu karang di Pulau Ambon yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, sehingga diperlukan edukasi lingkungan sejak usia sekolah.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul <em>“Edukasi Interaktif Ekosistem Terumbu Karang bagi Siswa SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon”</em> bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang.<br /><strong>Metode:</strong> Sasaran kegiatan adalah siswa kelas VIII SMP Kristen Rehoboth Kota Ambon sebanyak 21 orang dan satu orang guru pendamping. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi interaktif yang meliputi pemutaran film dokumenter, penyampaian materi dengan bahasa sederhana, diskusi, dan permainan edukatif. Materi yang diberikan mencakup pengertian ekosistem terumbu karang, fungsi dan manfaatnya bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir, serta berbagai aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan pada seluruh indikator pembelajaran. Nilai <em>post-test</em> lebih tinggi (95,24%) dibandingkan <em>pre-test</em> (26,19%), yang menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan media pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang dan dapat menjadi dasar pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Ambon.</p>2026-03-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sara Haumahu, Muhammad F. Barcinta, Junita Supusepa, Krisye Pasanea, Rahman Rahmanhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/176Mendorong Jiwa Wirausaha Sejak Dini: Pelatihan Pembuatan Aksesoris dan Ide Bisnis bagi Siswa Yayasan Sekolah Rakyat Kejawan2026-01-24T23:31:29+07:00Refi Renardirini.oktavera@gmail.comSatya Yudha Laksonorini.oktavera@gmail.comSigit Bantomo Putrorini.oktavera@gmail.comSabina Putri Anamrini.oktavera@gmail.comReva Azizah Fitriahrini.oktavera@gmail.comPipit Putri Adzanirini.oktavera@gmail.comSherly Savirarini.oktavera@gmail.comRini Oktaverarini.oktavera@gmail.comPismia Sylvirini.oktavera@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan studi pendahuluan melalui observasi langsung, wawancara informal dengan pengurus yayasan, serta diskusi dengan anak-anak binaan untuk memetakan kebutuhan, minat, kemampuan awal, dan kondisi sosial-ekonomi peserta. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa anak-anak di Yayasan Sekolah Rakyat Kejawan, Surabaya, memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan keterampilan hidup dan kewirausahaan, namun menyimpan potensi kreativitas yang belum berkembang secara optimal.<br /><strong>Tujuan:</strong> Berdasarkan kondisi tersebut, program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa-siswi melalui pelatihan ide bisnis berbasis keterampilan sederhana.<br /><strong>Metode:</strong> Program dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui metode pelatihan langsung (hands-on training), yang meliputi pengenalan konsep ide bisnis, praktik pembuatan produk aksesoris sederhana, perhitungan harga jual, serta diskusi mengenai nilai ekonomi karya. Kegiatan dilaksanakan oleh tim mahasiswa Universitas Terbuka dengan melibatkan 11 anak binaan Yayasan Sekolah Rakyat.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan partisipasi, keberanian menyampaikan ide, kreativitas produk, serta pemahaman dasar kewirausahaan. Sebanyak 90% peserta menyelesaikan pembuatan produk dan menunjukkan minat untuk mengembangkan ide usaha sederhana lainnya. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan, sikap, dan kepercayaan diri peserta, serta berkontribusi pada upaya pemberdayaan anak-anak marginal melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan aplikatif.</p>2026-03-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Refi Renardi, Satya Yudha Laksono, Sigit Bantomo Putro, Sabina Putri Anam, Reva Azizah Fitriah, Pipit Putri Adzani, Sherly Savira, Rini Oktavera, Pismia Sylvihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/177Pengembangan Wawasan Perempuan Anggota Aisyiyah Pulau Tidung terhadap Pengolahan Hasil Laut di Wilayah Kepulauan Seribu2026-01-20T11:09:55+07:00Roslaini Roslainiroslaini@uhamka.ac.idSiswana Siswanaroslaini@uhamka.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan perempuan Pulau Tidung, khususnya anggota ‘Aisyiyah, dalam pengolahan hasil laut yang higienis dan bernilai tambah. Kondisi ini menyebabkan potensi sumber daya laut yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengelolaan dan pengolahan hasil laut yang higienis serta mengembangkan keterampilan pembuatan produk olahan ikan yang berpotensi dipasarkan.<br /><strong>Metode:</strong> Pelaksanaan PkM dilakukan secara luring dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengevaluasi capaian kegiatan. Materi yang diberikan meliputi wawasan tentang pengolahan hasil laut yang higienis serta praktik pembuatan produk olahan ikan, seperti pempek, sebagai alternatif produk bernilai tambah.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil laut. Temuan ini diperoleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama kegiatan berlangsung. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta, terutama pada sesi praktik, mengindikasikan tingginya minat serta potensi keberlanjutan program dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian ekonomi perempuan Pulau Tidung.</p>2026-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Roslaini Roslaini, Siswana Siswanahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/178Edukasi dan Pembentukan Group Sharing dalam Pemanfaatan Buku KIA2026-01-20T11:37:24+07:00Nurlaili Ramlinurlaili.ramli@gmail.comEvi Zaharanurlaili.ramli@gmail.comYushida Yushidanurlaili.ramli@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Buku KIA merupakan sebuah alat pemantau kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kesehatan primer, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Dibutuhkan edukasi dan pendampingan agar ibu mengetahui informasi yang terdapat dalam buku KIA dan membawanya saat pemeriksaan kesehatan kehamilan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dilakukannya sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan keluarga dengan ibu hamil dalam memanfaatkan buku KIA secara maksimal melalui edukasi dan <em>group sharing</em>.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan juli sampai Agustus 2024 pada ibu hamil dan keluarga. Sasaran kegiatan ini berjumlah 26 orang ibu hamil dan suami atau orangtua 26 orang. Metode pengabdian dilakukan melalui pemberian edukasi tentang buku KIA, pembentukan <em>group sharing</em>, serta dilakukan penilaian pemanfaatan buku KIA di bulan Agustus 2024. Pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi dinilai dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu tentang buku KIA.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang buku KIA, pengetahuan baik sebesar 13,46% saat <em>pre-test</em> menjadi 96,15% setelah <em>post-test</em> dan 92% ibu hamil memanfaatkan buku KIA secara optimal.</p>2026-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurlaili Ramli, Evi Zahara, Yushida Yushidahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/181Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari2026-03-05T03:34:34+07:00Pahenra A Nongkoanongkohenra@gmail.comHasmira Saidhasmirasaid@umkendari.ac.idYaman La Ndiboyaman@umkendari.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari dilaksanakan sebagai respons terhadap kendala signifikan yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun tulisan akademis.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penulisan ilmiah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 29-30 Juli 2025, di ruang Teleconference Gedung E UMK, dengan 45 mahasiswa semester akhir dari berbagai program studi sebagai peserta.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan dasar karya ilmiah, pengelolaan referensi menggunakan Mendeley, serta praktik penulisan bagian-bagian karya ilmiah.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,3 (<em>pre-test</em>) menjadi 91,6 (<em>post-test</em>), dengan lonjakan terbesar pada indikator teknik referensi dan sitasi. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode pelatihan yang diterapkan sangat efektif. Sebagai kesimpulan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang menguatkan pemahaman mereka tentang struktur dan etika penulisan, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah.</p>2026-04-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Pahenra A Nongko,Hasmira Said, Yaman La Ndibohttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/182Pendidikan Dialogis untuk Memperkuat Peran Mahasiswa dalam Penerapan Hak Asasi Manusia di Universitas Sjakhyakirti2026-02-27T15:03:02+07:00Junaidi Junaidijunaidi@unisti.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Meskipun nilai hak asasi manusia (HAM) kini menjadi unsur penting dalam sistem hukum dan pendidikan di Indonesia, pemahaman dan internalisasinya di kalangan mahasiswa masih terbatas. Hal ini tercermin dari masih rendahnya kesadaran akan prinsip kesetaraan, penghargaan terhadap keragaman, serta partisipasi untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan adil, menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan penerapan HAM di kampus.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dilakukannya sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasinya nilai Hak Asasi Manusia di lingkungan kampus.<br /><strong>Metode:</strong> Program pengabdian masyarakat yang dilakukan menggunakan pendekatan edukatif‑partisipatif melalui tiga fase: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan berupa sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta kampanye nilai‑nilai HAM dengan narasumber Abdul Haris Semendawai dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan akademisi Universitas Sjakhyakirti, Junaidi.<br /><strong>Hasil:</strong> Evaluasi dilakukan dengan <em>pre‑test</em> dan <em>post‑test</em>. <em>Pre‑test</em> menghasilkan rata‑rata nilai 58,4, dengan 27,5 % peserta memperoleh nilai di atas 70, sementara <em>post‑test</em> naik menjadi 84,7, dimana 88,75 % peserta mencatat nilai di atas 70. Peningkatan sebesar 26,3 poin tersebut menandakan bahwa metode edukasi dialogis dan partisipatif efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep serta implementasi nilai‑nilai HAM di lingkungan kampus.</p>2026-04-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Junaidi Junaidihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/183Edukasi Peran Bystander dalam Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di SMAN 1 Pagelaran2026-03-19T11:47:17+07:00Ati Yuniatiati.yuniati@fh.unila.ac.idSepriyadi Adhan Sulaimansepriyadi.adhan@fh.unila.ac.idEka Devianiekadeviani1@gmail.comMega Metaliamega.metalia@feb.unila.ac.idKeysa Bila Aldamakeysaaldamaa@gmail.comRahel Tita Azaryarahelazaryaa@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Bullying</em> di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang diperkuat oleh sikap pasif <em>bystander</em>, yaitu individu yang menyaksikan peristiwa perundungan namun tidak melakukan intervensi. Transformasi <em>bystander</em> menjadi <em>upstander</em> yang aktif membela korban merupakan strategi penting dalam pencegahan <em>bullying</em>.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran <em>bystander</em> dalam upaya pencegahan perilaku <em>bullying</em> di lingkungan sekolah.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Pagelaran dengan melibatkan 50 partisipan yang terdiri dari pelajar, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum dengan pendekatan partisipatif, meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Desain kegiatan menggunakan <em>pre-experimental</em> dengan model <em>one group pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen tes untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah intervensi.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata meningkat dari 52,5 menjadi 76,7 atau mengalami kenaikan sebesar 46,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta mengenai peran <em>bystander</em> dan mendorong terbentuknya sikap <em>upstander</em> dalam pencegahan <em>bullying</em>. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi berbasis penyuluhan hukum dapat menjadi pendekatan preventif yang efektif dalam meningkatkan peran aktif warga sekolah dalam mencegah <em>bullying</em>. Program serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi proses pembelajaran.</p>2026-04-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ati Yuniati, Sepriyadi Adhan Sulaiman, Eka Deviani, Mega Metalia, Keysa Bila Aldama, Rahel Tita Azaryahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/184Edukasi Dampak Penggunaan Merkuri dan Hidrokuinon Dalam Produk Kosmetik Pada Remaja di SMAN 2 Mojokerto2026-02-27T10:52:21+07:00Herni Setyawatihernisetyawati285@gmail.comCindy Puspita Sarihernisetyawati285@gmail.comElah Herlinahernisetyawati285@gmail.comOctavia Indah Lestarihernisetyawati285@gmail.comRevany Epriliahernisetyawati285@gmail.comAmanda Vanestahernisetyawati285@gmail.comKanza Oktavia Darianihernisetyawati285@gmail.comOtopince Kegakotohernisetyawati285@gmail.comFarida Anwarihernisetyawati285@gmail.comAnugraheny Ayu Paramitahernisetyawati285@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Data pasien yang mengalami efek keluhan pemakaian merkuri dan hidrokuinon di Indonesia belum diketahui secara pasti, tetapi kosmetik dengan kandungan bahan tersebut banyak beredar di pasaran. Pengguna Merkuri, Hidrokuinon, dan bahan kimia lainnya diketahui sebesar 50,3% dari total responden. Efek hipopigmentasi dialamai oleh 96,8%, responden, 86,4% okronosis, 56,3% striae, 15,1% infeksi kulit. Usia remaja merupakan awal pengenalan pemakian kosmetik, sehingga dibutuhkan informasi yang benar tentang keamanannya. Kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang bahan kimia berbahaya pada kosmetik turut meningkatkan risiko kesehatan bagi mereka.<br /><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengurangi efek samping pemakaian kosmetik maka dilakukan kegiatan edukasi pada remaja.<br /><strong>Metode:</strong> Edukasi dengan metode penyuluhan dilakukan pada 17 Januari 2025 di SMAN 2 Mojokerto, Jawa Timur. Peserta berjumlah 60 siswa laki-laki dan Perempuan dari 2 kelas pada kelas XI. Evaluasi dilakukan dengan memberikan <em>pretest</em> dan <em>postes </em>pada peserta.<br /><strong>Hasil:</strong> <em>PreTest</em> dan <em>PostTest</em> menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 76,5 menjadi 94,5, yang menandakan efektivitas metode penyuluhan yang digunakan. Pada pemahaman komponen bedak yang merupakan jenis kosmetik terbanyak digunakan terdapat peningkatan pemahaman tertinggi dari 30% menjadi 90%. Pada poin ini responden paham talcum lebih aman dari merkuri dan hidrokuinon. Hal ini penting untuk mengurangi penggunaan yang salah kedua bahan tersebut di bidang kesehatan.</p>2026-04-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Herni Setyawati, Cindy Puspita Sari, Elah Herlina, Octavia Indah Lestari, Revany Eprilia, Amanda Vanesta, Kanza Oktavia Dariani, Otopince Kegakoto, Farida Anwari, Anugraheny Ayu Paramitahttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/185Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Kebun Pangan Keluarga di Perumahan Villa Pamulang, Kota Depok2026-03-03T14:15:08+07:00Agus Yuliantodirgahani.putri@umj.ac.idAini Novita Murwanidirgahani.putri@umj.ac.idAngga Maulanadirgahani.putri@umj.ac.idArif Wicaksonodirgahani.putri@umj.ac.idBagas Aghni Tamadirgahani.putri@umj.ac.idM Ridho Nurfaiqdirgahani.putri@umj.ac.idNana Suryanadirgahani.putri@umj.ac.idRomlih Romlihdirgahani.putri@umj.ac.idGaluh Budi Setiyantodirgahani.putri@umj.ac.idDirgahani Putridirgahani.putri@umj.ac.idAde Sumiahadidirgahani.putri@umj.ac.id<p><strong>Latar belakang:</strong> Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga sangat penting dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Masyarakat di lingkungan RT. 009/012 Perumahan Villa Pamulang (mitra) tertarik memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman, namun memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sehingga pengelolaannya belum optimal.<br /><strong>Tujuan:</strong> Berdasarkan kondisi tersebut, digagas kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra agar dapat memanfaatkan dan mengelola lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga secara optimal.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan di perumahan Vila Pamulang RT. 009/012 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok pada 2 Agustus hingga 7 September 2024. Peserta kegiatan merupakan masyarakat Vila Pamulang RT. 009/012. Pelaksanaan kegiatan mencakup tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan mitra, mencakup pembersihan lahan pekarangan, perbaikan mesin air, pengolahan lahan pekarangan, penanaman tanaman, pemeliharaan, serta penyerahan bibit tanaman buah.<br /><strong>Hasil:</strong> Kegiatan terlaksana dengan lancar tanpa kendala. Keberhasilan program ditunjukkan oleh tingkat kepuasan mitra sebesar 95% (sangat puas). Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang baik dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke depannya sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.</p>2026-06-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Agus Yulianto, Aini Novita Murwani, Angga Maulana, Arif Wicaksono, Bagas Aghni Tama, M. Ridho Nurfaiq, Nana Suryana, Romlih Romlih, Galuh Budi Setiyanto, Dirgahani Putri, Ade Sumiahadihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/203Pemanfaatan Pekarangan Rumah Kawasan Pesisir dengan Teknologi Tabulampot Jambu Biji sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Hanura2026-06-04T10:55:31+07:00R A Diana Widyastutirdiana.widyastuti@fp.unila.ac.idPurba Sanjayardiana.widyastuti@fp.unila.ac.idHidayat Pujisiswantordiana.widyastuti@fp.unila.ac.idAgung Putra Wijayardiana.widyastuti@fp.unila.ac.idAlika Fadhilah Munafrdiana.widyastuti@fp.unila.ac.id<p><strong>Latar belakang:</strong> Ketersediaan pangan untuk ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama akibat keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman produktif, terutama di kawasan pesisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pekarangan rumah melalui penerapan teknologi tanaman buah dalam pot (tabulampot).<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi tabulamput jambu biji bagi masyarakat pesisir di Desa Hanura dalam mengoptimalkan pekarangan rumah dengan budidaya tabulampot jambu biji sebagai sumber pangan keluarga untuk ketahan pangan.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan meliputi, penyuluhan dengan pemaparan materi, praktik pembuatan media tanam, penanaman bibit jambu biji dalam pot, serta pendampingan pemeliharaan tanaman. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta kelompok masyarakat setempat yang memiliki minat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.<br /><strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknologi tabulampot, khususnya dalam budidaya jambu biji di dalam pot. Peningkatan pengetahuan terlihat pada penguasaan peserta terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari persiapan media tanam, teknik pemupukan, pengelolaan penyiraman, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam mengadopsi teknologi tabulampot sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di kawasan pesisir yang menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan demikian penerapan tabulampot jambu biji di pekarangan rumah berpotensi meningkatkan ketersediaan buah segar bagi keluarga, memperindah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Dengan demikian, optimalisasi pekarangan rumah melalui teknologi tabulampot jambu biji dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan di Desa Hanura.</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 R. A. Diana Widyastuti, Purba Sanjaya, Hidayat Pujisiswanto, Agung Putra Wijaya, Alika Fadhilah Munafhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/200Edukasi Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Sayuran pada Petani di Kampung Matoa untuk Menuju Pertanian Organik2026-05-26T23:02:34+07:00Sutiharni Sutiharninaningmulyadi@gmail.comReymas M R Ruimassananingmulyadi@gmail.comLiz Yanti Andriyaninaningmulyadi@gmail.comSyaifullah Rahimnaningmulyadi@gmail.comNandini Ayuningtiasnaningmulyadi@gmail.comZarima Wibawatinaningmulyadi@gmail.comTrisday Yiin Pararinaningmulyadi@gmail.comNurlailah Nurlailahnaningmulyadi@gmail.comElda Kristiani Paiseynaningmulyadi@gmail.comPurbokurniawan Purbokurniawannaningmulyadi@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Potensi sumber daya lahan di Kampung Matoa dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya tanaman sayuran namun, praktik budidaya yang diterapkan oleh sebagian petani masih didominasi oleh sistem konvensional dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat berutujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik, mendorong pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis serta mengembangkan lahan percontohan budidaya sayuran organik di Kampung Matoa.<br /><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan. Tahap pengabdian masyarakat meliputi tahap persiapan dan identifikasi kebutuhan, tahap penyuluhan dan peningkatan kapasitas, pelatihan teknis dan praktik lapangan serta evaluasi kegiatan.<br /><strong>Hasil:</strong> Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik yang ditunjukkan melalui hasil observasi bahwa 91,4% petani mampu menerapkan konsep dasar peratanian organik pada lahan budidaya yang dimiliki, sedangkan 9,6% lainnya membutuhkan waktu hingga musim tanam selanjutnya.</p>2026-07-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sutiharni Sutiharni, Reymas M R Ruimassa, Liz Yanti Andriyani, Syaifullah Rahim, Nandini Ayuningtias, Zarima Wibawati, Trisday Yiin Parari, Nurlailah Nurlailah, Elda Kristiani Paisey, Purbokurniawan Purbokurniawanhttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/202Pemanfaatan Limbah Pertanian Dalam Pengembangan Usaha Budidaya Dan Pengolahan Jamur Janggel Jagung Pada Kelompok Wanita Tani An-Nafii Lampung Tengah2026-06-07T11:34:35+07:00Dwi Dian Novitadwi.diannovita@fp.unila.ac.idSiti Suharyatunsitisuharyatun149@gmail.comElhamida Rezkia Amienelhamida.rezkiaamien90@fp.unila.ac.idAsropi Asropirofianwar4@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> KWT An-Nafii memiliki 24 anggota wanita yang berlokasi di Kampung Saptomulyo Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Masalah yang dihadapi KWT An-Nafii adalah rendahnya produktivitas jamur janggel. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya tempat budidaya jamur dan teknik budidaya yang sederhana. Masalah lainnya adalah jamur janggel cepat rusak dan tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Untuk itu pengolahan jamur janggel menjadi produk lain penting untuk dilakukan<em>.<br /></em><strong>Tujuan:</strong> PkM ini bertujuan untuk (1) Memperbaiki teknik budidaya jamur janggel pada KWT An-Nafii, (2) Meningkatkan kapasitas produksi jamur melalui perluasan sarana budidaya, dan (3) Melatih dan meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam pengolahan jamur janggel menjadi produk lain.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan PkM berlangsung pada Bulan Mei 2024 sampai September 2024. Tahapan PkM ini meliputi (1) Koordinasi dan sosialisasi program kepada KWT An-Nafii, (2) Perbaikan tempat budidaya (bedengan) dan praktik budidaya jamur janggel, (3) Pelatihan dan praktik pengolahan jamur, (4) Produksi makanan olahan dari jamur janggel, dan (5) Evaluasi kegiatan. Pengisian kuesioner dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman wanita tani terhadap materi-materi yang telah disampaikan.<br /><strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan total hasil panen jamur janggel sebesar 14,29% dan 42,86% dibandingkan dari produksi sebelum pelaksanaan kegiatan PkM dan KWT An-Nafii mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp. 2.160.000,-. Pemahaman dan keterampilan anggota KWT An-Nafii terkait pascapanen dan pengolahan jamur janggel menjadi jamur krispi dan <em>nugget </em>meningkat dari 58,3% menjadi 91,7%.</p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dwi Dian Novita, Siti Suharyatun, Elhamida Rezkia Amien, Asropi Asropihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/196Evaluasi Permasalahan Tindak Agronomi, Kondisi Tanah, Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Pada Lahan Pertanian Sayuran di Kampung Dindey Warmare2026-05-26T23:04:52+07:00Eko Agus Martantonaningmulyadi@gmail.comSutiharni Sutiharninaningmulyadi@gmail.comSyukur Karamangnaningmulyadi@gmail.comBaso Daengnaningmulyadi@gmail.comDwiana Wasgito Purnomonaningmulyadi@gmail.comAmin Mbusangonaningmulyadi@gmail.comRatna Ningsinaningmulyadi@gmail.comVeronica L Tuhumenananingmulyadi@gmail.comAdelin Elsina Tanatinaningmulyadi@gmail.comHayu Siwi Pribadinaningmulyadi@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kondisi pertanaman cabai dan bawang merah di Kampung Dindey tidak hanya ditunjukkan oleh keberadaan serangan hama dan penyakit semata, tetapi juga harus dianalisis berdasarkan praktik budidaya yang diterapkan petani.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual pertanaman cabai dan bawang merah yang dikelola oleh petani, menginventarisasi jenis dan tingkat serangan hama serta penyakit tanaman yang ditemukan pada pertanaman cabai dan bawang merah, mengkaji hubungan antara praktik agronomi, kondisi tanah, dan kejadian serangan OPT serta meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendampingan teknis mengenai budidaya sehat, pengelolaan tanah, serta strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.<br /><strong>Metode:</strong> Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan yang sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan petani. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan empat tahap yaitu, tahap persiapan, tahap survei dan identifikasi lapang, tahap penyuluhan dan diseminasi teknologi, tahap pendampingan lapang.<br /><strong>Hasil:</strong> Pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan peserta khususnya kelompok tani bahwa budidaya tanaman sayuran bermanfaat dalam peningkatan kesehatan, peningkatan imun tubuh, dan pemenuhan gizi dan pangan keluarga serta proses pemasarannya sebesar 76,92%. Pengetahuan petani terkait sistem pertanian yang baik dan benar dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar lahan pertanian meningkat sebesar 73,08%.</p>2026-07-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Eko Agus Martanto, Sutiharni Sutiharni, Syukur Karamang, Baso Daeng, Dwiana Wasgito Purnomo, Amin Mbusango, Ratna Ningsi, Veronica L Tuhumena, Adelin Elsina Tanati, Hayu Siwi Pribadihttps://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/197Akselerasi Kesiapan PROKLIM Lestari Melalui Pendampingan Partisipatif Berbasis Nilai Lokal di Kalurahan Banguntapan2026-06-09T09:47:56+07:00Ikrom Mustofaikrommustofa@uii.ac.idAiko Sarasvaty Prabowoaiko.prabowo@gmail.comDiah Ayu Prawitasaridiahayuprawitasari@uii.ac.idDewi Wulandaridewi.wulandari@uii.ac.idIbnu Darmawanibnu.darmawan@uii.ac.idWahda Annisa Nuurussyahba19513250@alumni.uii.ac.idAhmmad Azamuddinahmmadazamuddin@gmail.comSilvia Zalda PutriSilviazaldaputri@gmail.comJihan Nanda Fitriyanijihannanda@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Perubahan iklim menjadi tantangan global yang berdampak signifikan pada sistem sosial, ekonomi, dan lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan dan peri-urban. Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan inisiatif berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Namun demikian, implementasi PROKLIM di tingkat padukuhan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kapasitas kelembagaan, dokumentasi kegiatan, serta integrasi program lintas sektor.<br /><strong>Tujuan: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan padukuhan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia dalam kategori PROKLIM Lestari melalui pendekatan pendampingan partisipatif.<br /><strong>Metode:</strong> Pelatihan peningkatan kapasitas, penilaian <em>baseline</em> pada 11 padukuhan, serta pendampingan implementasi aksi adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil penilaian <em>baseline</em> menunjukkan bahwa dari 11 padukuhan yang dinilai, 1 padukuhan berada pada kategori kesiapan tinggi (Padukuhan Plumbon), 6 padukuhan berada pada kategori kesiapan sedang, dan 4 padukuhan berada pada kategori kesiapan rendah, terutama pada aspek dokumentasi kegiatan dan kelembagaan PROKLIM. Intervensi berupa penguatan kelembagaan, penyusunan dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi sederhana seperti komposter, lubang biopori, dan pemanenan air hujan terbukti meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta mempercepat kesiapan menuju PROKLIM Lestari. Kolaborasi akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah kalurahan, dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pendampingan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan implementasi PROKLIM di tingkat lokal serta mendukung pencapaian <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) dan <em>Nationally Determined Contributions</em> (NDC) Indonesia.</p>2026-07-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikrom Mustofa, Aiko Sarasvaty Prabowo, Diah Ayu Prawitasari, Dewi Wulandari, Ibnu Darmawan, Wahda Annisa Nuurussyahba, Ahmmad Azamuddin, Silvia Zalda, Jihan Nanda Firiyani