https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/issue/feed Open Community Service Journal 2025-12-26T20:33:59+07:00 Ali Rahmat, Ph.D. coms.ressi@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Open Community Service Journal (OCSJ)</strong> merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global. Open Community Service Journal telah ber P-ISSN 2828-2892 dan E-ISSN 2828-1195.</p> https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/143 Peningkatan Pemberdayaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai Melalui Budidaya Tanaman pada Lahan Tidak Produktif 2025-07-18T11:11:02+07:00 Sri Utami Lestari sriutami@unilak.ac.id Seprita Lidar sriutami@unilak.ac.id Roy Ibrahim sriutami@unilak.ac.id Alhaviz sriutami@unilak.ac.id Erviana Eka Pratiwi sriutami@unilak.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi faktor umum yang mendorong para narapidana melakukan perbuatan melanggar hukum, setelah keluar dari penjara, hal ini menjadi persoalan bagi para narapidana dalam menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat. Oleh karena tidak mempunyai pekerjaan dan keterampilan yang mampu diandalkan untuk menjadi sumber penghidupannya. Lembaga Pemasyarakatan terbuka ditujukan untuk memperkenalkan kembali kehidupan normal dengan membina para narapidana untuk lebih produktif. Beberapa pendampingan dan pemberdayaan telah diupayakan dalam berbagai program yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan terbuka salah satunya adalah pemberdayaan di bidang budidaya tanaman pertanian.<br /><strong>Tujuan:</strong> Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang budidaya tanaman pertanian, meningkatkan keterampilan mitra serta mampu menghasilkan produk serta meningkatkan pengetahuan mitra tentang pengelolaan lahan tidak produktif. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan antara lain sosialisasi program, praktek budidaya dan evaluasi keberlanjutan program.<br /><strong>Hasil:</strong> Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh tim dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan kelompok meningkat dari 25% menjadi 90%, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif 60% telah diolah menjadi lahan produktif, respon positif dari semua pihak Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai bekerja sama dengan tim pengabdian dalam memberdayakan warga Lembaga Pemasyarakatan menjadi hal yang sangat baik untuk terus ditindaklanjuti kerjasamanya.</p> 2025-10-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Sri Utami Lestari, Seprita Lidar, Roy Ibrahim, Alhaviz, Erviana Eka Pratiwi https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/132 Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Evaluasi: Panduan Praktis untuk Guru SMA Antartika Sidoarjo 2025-05-22T13:15:01+07:00 Lydia Lia Prayitno lydialia@unipasby.ac.id Eko Sugandi s_gandi@unipasby.ac.id Moh Syukron Maftuh syukron@unipasby.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya. Situasi ini perlu diselesaikan dengan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI yang mendukung proses pembelajaran yang dilakukan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.<br /><strong>Metode:</strong> SMA Antartika Sidoarjo menjadi lokasi pelatihan ini yang melibatkan 61 guru yang dilaksanakan dalam durasi waktu satu bulan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu service learning terdiri tahapan identifikasi kebutuhan, integrasu pembelajaran, pemberian pelayanan, kolaborasi dengan pihak terkait, refleksi, dan evaluasi. Ada empat platform digital yang dilatihkan dalam pelatihan ini yaitu Gemini AI, Quizizz, Kahoot, dan Quizlet.<br /><strong>Hasil:</strong> Pelatihan ini terlaksana secara lancar sehingga memberikan pemahaman mendalam pada guru tentang pemanfaatan AI dalam menyusun alat evaluasi. Hasilnya memberikan keterampilan praktis para guru di SMA Antartika Sidoarjo dalam memanfaatkan teknologi AI melalui platform digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Evaluasi dan refleksi dilakukan oleh tim dan diperoleh informasi bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru tetapi juga menginspirasi guru meningkatkan efektifitas pembelajaran di kelas masing-masing sesuai mata pelajarannya dan memberikan kontribusi pada penerapan teknologi AI yang inovatif dalam pembelajaran.</p> 2025-10-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Lydia Lia Prayitno, Eko Sugandi, Moh. Syukron Maftuh https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/152 Invetarisasi Tantangan Pada Usaha Industri Rumahan (Home Industry) Kerupuk Ikan Laut Binaan BUMDes di Desa Tanara, Kabupaten Serang 2025-07-28T11:30:56+07:00 Irma Nurmala Dewi irma.nurmala.dewi@binabangsa.ac.id Ombi Romli ombiromli250282@gmail.com Dedy Khaerudin dedy.khaerudin@binabangsa.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> BUMDes Desa Tanara merupakan salah satu produsen penghasil makanan olahan dari ikan laut. Produk yang dihasilkan oleh industri rumahan (<em>home industry</em>) binaan BUMDes dikenal memiliki banyak permasalahan dalam pengelolaan usaha yang dihadapi.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat tahap satu ini adalah menganalisis masalah yang dihadapi oleh industri pengolahan ikan di Desa Tanara.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan analisa situasi dan kondisi mitra. Dengan sosialisasi rencana kegiatan pengabdian masyarakat, melakukan survei langsung ke masayarakat pelaku industri rumahan.<br /><strong>Hasil:</strong> Produksi kerupuk saat ini masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan produk yang tidak seragam, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakkonsistenan dalam proses penjemuran dan hasil akhir. Dari sisi pemasaran, produk masih terbatas pada pasar lokal dan belum memanfaatkan platform e<em>-commerce</em> sebagai sarana penjualan. Selain itu, belum pernah dilakukan pelatihan yang mendalam terkait pengelolaan industri rumahan oleh BUMDes. Kegiatan Pengabdian Tahap 2 difokuskan pada pemberian pelatihan di bidang pemasaran/<em>marketing</em> serta transfer teknologi dalam proses pembuatan kerupuk.</p> 2025-10-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Irma Nurmala Dewi, Ombi Romli, Dedy Khaerudin https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/154 Pelatihan Apocil (Apoteker Cilik) Kepada Siswa Sekolah Dasar SDN Lamper Kidul 02 Semarang: Tidak Takut Minum Obat 2025-08-14T11:44:17+07:00 Christina Astutiningsih christinaastutiningsih@gmail.com Yustisia Dian Advitasari yustisia.vista@gmail.com Sri Purwanti ipung_sp08@yahoo.com Benediktus Tri Sarwoko Benk_smg@yahoo.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Apoteker membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun kebanyakan orang belum mengetahui tentang profesi ini. Sangat penting untuk memperkenalkan apoteker sejak usia dini, terutama selama kampanye WHO yang mendukung kesehatan di sekolah dasar di Indonesia.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memperkenalkan apoteker sejak usia dini untuk mendukung aktivitas promosi kesehatan di sekolah dasar di Indonesia dan untuk meningkatkan visibilitas profesi apoteker secara langsung.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi hingga tahapan monitoring dan evaluasi. Tahap edukasi terdiri dari presentasi materi, menyanyi, belajar meracik obat, dan bersama-sama mengkonsumsi vitamin atau obat agar anak-anak mengenal obat sehingga tidak merasa takut untuk minum obat serta pembagian hadiah. Hasil dari kegiatan dievaluasi dengan pertanyaan lisan dan post test tertulis untuk mengetahui keberterimaan peserta terhadap materi yang diberikan.<br /><strong>Hasil:</strong> Semua siswa terlibat dalam kegiatan ini telah mengerti peran Apoteker, hal ini dapat diketahui dari jawaban pertanyaan yang diberikan secara langsung kepada siswa di awal kegiatan dibandingkan dengan jawaban dari pertanyaan yang sama diberikan di akhir kegiatan dan hasil post test tertulis juga menunjukkan nilai cukup bagus dengan nilai rata-rata 93,5.</p> 2025-10-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Christina Astutiningsih, Yustisia Dian Advitasari, Sri Purwanti, Benediktus Tri Sarwoko https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/163 Inovasi Pakan dan Penguatan Digital Branding Pada Usaha Budidaya Lele di Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan 2025-09-24T06:14:52+07:00 Santo Tjhin santo.tjhin@sampoernauniversity.ac.id Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin santo.tjhin@sampoernauniversity.ac.id Iwan Setiawan santo.tjhin@sampoernauniversity.ac.id Ilham Prasetyo santo.tjhin@sampoernauniversity.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Petani kecil di Pancoran, Jakarta Selatan menghadapi berbagai kendala, antara lain ketergantungan pada pakan komersial yang mahal, keterbatasan teknologi produksi, minimnya inovasi produk turunan, serta lemahnya kapasitas branding dan pemasaran digital. Kondisi ini membatasi peluang untuk berkembang dan menembus pasar baru.<br /><strong>Tujuan:</strong> Penelitian bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis hasil program optimasi rantai nilai lele di Kelurahan pancoran dengan fokus pada tiga aspek: efisiensi produksi, perubahan struktur biaya melalui substitusi pakan, serta peningkatan kapasitas branding dan pemasaran di kalangan UMKM.<br /><strong>Metode:</strong> Universitas Sampoerna bekerja sama dengan pemerintah dan kelurahan Pancoran Jakarta Selatan melaksanakan program pengabdian masyarakat pada Juli 2025 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan melibatkan 30 peserta (20 petani lele, pelaku UMKM, Pihak kelurahan, dan tim universitas). Tahapan program mencakup: (1) pelatihan pembuatan pakan alternatif berbasis limbah roti; (2) bimbingan teknis penggunaan mesin produksi pakan; serta (3) pelatihan branding dan pemasaran digital. Data kami peroleh menggunakan survei yang diberikan saat acara berlangsung.<br /><strong>Hasil :</strong> Sebanyak 80% peserta mampu memproduksi pakan alternatif secara mandiri dan menurunkan biaya pakan sekitar 25% melalui pemanfaatan pakan alternatif. Selain itu, 60% peserta berhasil menciptakan variasi produk baru, dan 70% memahami strategi branding digital. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara universitas, pemerintah lokal, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi praktis dan berkelanjutan. Program Pancoran ini tidak hanya memperkuat kapasitas petani lele, tetapi juga menawarkan model PkM berbasis circular economy dan inovasi branding digital yang dapat direplikasi di komunitas urban lain di Indonesia.</p> 2025-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Santo Tjhin, Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin, Iwan Setiawan, Ilham Prasetyo https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/149 Program JELAS: Pemberdayaan Masyarakat dalam Konversi Minyak Jelantah menjadi Sabun Ramah Lingkungan, di Kecamatan Jogorogo, Ngawi 2025-09-03T10:00:23+07:00 Elya Mufidah elyamufidah1985@ub.ac.id Dewi Maulidia elyamufidah1985@ub.ac.id Nabilla Alya Rimadhini elyamufidah1985@ub.ac.id Deni Putra Hendrawan elyamufidah1985@ub.ac.id Fadhilah Ulima Khansa elyamufidah1985@ub.ac.id Ni’matul Izza elyamufidah1985@ub.ac.id Inggit Kresna Maharsih elyamufidah1985@ub.ac.id Maharani Pertiwi elyamufidah1985@ub.ac.id Mukhamad Fathoni elyamufidah1985@ub.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tingginya limbah minyak goreng bekas (jelantah) di Kecamatan Jogorogo memicu pencemaran dan risiko kesehatan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian dilakukan dengan tujuan mendiseminasikan pengolahan minyak jelantah agar memiliki nilai ekonomi, menghasilkan pionir pengumpulan serta konversi jelantah menjadi sabun ramah lingkungan, serta meningkatkan literasi lingkungan.<br /><strong>Metode:</strong> Pengabdian ini menerapkan pendekatan <em>Participatory Action Research </em>dengan desain pra–pasca. Survei pengetahuan-sikap melibatkan 49 responden pada prapelatihan dan 43 responden pada pascapelatihan.<br /><strong>Hasil:</strong> Analisis deskriptif menunjukkan peningkatan pemahaman bahaya pembuangan jelantah dari 46,9 % menjadi 98 % serta lonjakan pengetahuan/niat mengolah jelantah menjadi sabun dari 2 % menjadi 88 %. Persepsi nilai ekonomi juga meningkat; 84 % peserta meyakini sabun jelantah layak jual. Pada sesi demonstrasi, 4 L jelantah berhasil dikonversi menjadi ± 12 kg sabun padat dan 18 botol sabun cair (200 mL). Hasil tersebut menegaskan efektivitas Program JELAS dalam meningkatkan literasi lingkungan dan membuka peluang kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular di pedesaan. Integrasi teknologi tepat guna dan dukungan kelembagaan perempuan (PKK) serta desa menjadikan model ini replikatif bagi desa lain dengan karakteristik serupa.</p> 2025-11-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Elya Mufidah, Nabilla Alya Rimadhini, Inggit Kresna Maharsih, Ni’matul Izza, Dewi Maulidia, Deni Putra Hendrawan, Fadhilah Ulima Khansa, Maharani Pertiwi, Mukhamad Fathoni https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/164 Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Berbasis Booklet pada Remaja Perempuan di YKSUWI Lamongan 2025-09-20T13:01:10+07:00 Faizatul Ummah faizatul_umah@umla.ac.id Aimmatun Nadhiroh aimmatunnadhiroh@umsurabaya.ac.id Aulia Kurnianing Putri faizatul_ummah@umla.ac.id Ananda Aliyah faizatul_ummah@umla.ac.id Aoedita Trisia Agustien faizatul_ummah@umla.ac.id Rista Ramadhanti Az-zahra faizatul_ummah@umla.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Remaja perempuan merupakan kelompok usia yang sedang berada pada fase transisi menuju dewasa, sehingga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual (IMS). Rendahnya pengetahuan dan keterbatasan akses informasi yang tepat dapat memicu munculnya perilaku berisiko di kalangan remaja.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja perempuan mengenai kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan berbasis <em>booklet</em>.<br /><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, serta tanya jawab, yang didukung media <em>booklet</em>, dan diikuti oleh 25 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 66,60 menjadi 82,56 (meningkat sebesar 15,96 poin), hasil uji paired t-test menujukkan perbedaan yang signifikan (<em>t</em>= 6,99; <em>p</em> &lt; 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis <em>booklet </em>efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS. Dengan demikian, <em>booklet </em>dapat direkomendasikan sebagai salah satu media edukasi yang efektif dalam promosi kesehatan remaja.</p> 2025-11-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Faizatul Ummah, Aimmatun Nadhiroh, Aulia Kurnianing Putri, Ananda Aliyah, Aoedita Trisia Agustien, Rista Ramadhanti Az-zahra https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/159 Membangun Karakter Remaja Bebas Dari Kekerasan: Pendekatan Pendidikan Berbasis Permainan di SMPN 3 Gondang Mojokerto 2025-09-27T13:11:07+07:00 Nuris Kushayati fa.fun11@yahoo.co.id Ninik Murtiyani ninik77akbar@gmail.com Yuni Asri yuniasri@itsk-soepraoen.ac.id Edy Siswantoro edy.aryaboy@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kekerasan pada remaja meningkat seiring dengan perkembangan kemampuan remaja dalam bersosialisasi dengan teman sebaya. Penggunaan bahasa yang tidak baik, umpatan, perilaku merusak diri sendiri seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas serta kaburnya persepsi tentang moral yang baik dan buruk, pola asuh orang tua yang tidak mendukung semakin mendukung perilaku kekerasan pada remaja.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari PKM (Pengabdaian Kepada Masyarakat) ini adalah memberikan edukasi mengenai kekerasan pada remaja untuk menanamkan nilai-nilai perilaku moral yang baik yang dapat membentuk karakter remaja yang positif.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2024 di SMPN 3 Gondang Kabupaten Mojokerto dengan responden sebanyak 30 siswa SMPN 3 Gondang Mojokerto kelas 7 dan 8. Pemberian pendidikan dilakukan dengan metode bemain, ceramah, dan diskusi. Media yang digunakan adalah alat peraga permainan, media informasi Presentasi<em> Power Point</em>, dan <em>leaflet</em>. Instrumen kuesioner tentang kekerasan diberikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pengukuran pengetahuan tentang kekerasan sebelum edukasi yaitu sebagian besar remaja memiliki pengetahuan dalam kategori sedang yaitu sebanyak 17 siswa (56,7%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan tentang kekerasan kategori tinggi sebanyak 24 siswa (80%). Remaja yang terlibat dalam perilaku kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku, terbentuk berdasarkan penerapan nilai karakter pendidikan guru di sekolah dan orang tua di rumah secara berkesinambungan. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekerasan di kalangan remaja, pendidikan remaja melalui pendekatan bermain sangat diperlukan.</p> 2025-11-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Nuris Kushayati, Ninik Murtiyani, Yuni Asri, Edy Siswantoro https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/127 Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru 2025-04-30T13:44:56+07:00 Nurlaili Dina Hafni nurlailidinahafni@gmail.com Irfa'i Alfian Mubaidilla mubaidillairfa@gmail.com Nurhaingtyas Agustin nurhaning1992@gmail.com Akhmad Aji Pradana ajiblek.id@gmail.com Nurul Ngainin ngaininnurul@gmail.com Agus Fathoni Prasetyo agusfathonipras@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Peningkatan profesionalisme guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) memerlukan dukungan dalam bentuk pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai bentuk refleksi dan pengembangan praktik pembelajaran.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun PTK, khususnya dalam aspek perumusan masalah, tujuan, dan rancangan tindakan kelas.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan di MI Islamiyah P2A Gaji dengan melibatkan lima orang dosen sebagai narasumber. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik penyusunan rancangan PTK.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan awal guru dalam merancang PTK serta menumbuhkan kesadaran pentingnya penelitian sebagai bagian dari pengembangan profesional. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan pada tahap pendampingan lanjutan hingga tahap penulisan laporan akhir PTK.</p> 2025-11-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Nurlaili Dina Hafni, Irfa’i Alfian Mubaidilla, Nurhaningtyas Agustin, Akhmad Aji Pradana, Nurul Ngainin, Agus Fathoni Prasetyo https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/150 Penguatan Kolaborasi Manajemen Lingkungan antara Perusahaan dan Masyarakat dalam Program Daur Ulang Kemasan Minuman Fermentasi 2025-07-21T08:51:22+07:00 A A Sinta Krisna Febriani sintakrisnaf@gmail.com Dini Mariyani dini84729@gmail.com Komang Widhya Sedana Putra widhyasedana@undiknas.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Polusi sampah plastik tetap menjadi ancaman lingkungan global, dengan kemasan minuman berkontribusi besar terhadap penumpukan sampah plastik. Kurangnya kesadaran publik, khususnya di kalangan generasi muda, mengenai kemasan yang dapat didaur ulang memperburuk masalah ini.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya kemasan yang dapat didaur ulang, memberikan pengalaman langsung dalam praktik pengelolaan sampah, serta memperkuat kolaborasi antara industri dan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan lingkungan.<br /><strong>Metode:</strong> Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi berbasis kunjungan edukatif (Company Visit) ke PT Yakult Indonesia Persada, Pabrik Mojokerto. Kegiatan melibatkan siswa yang diminta membawa dua botol bekas Yakult sebagai simbol partisipasi dalam inisiatif daur ulang. Tahapan kegiatan meliputi: (1) persiapan dan koordinasi dengan pihak sekolah dan perusahaan, (2) pelaksanaan kunjungan yang mencakup presentasi, tur pabrik, dan diskusi interaktif, serta (3) evaluasi melalui refleksi peserta dan dokumentasi kesan.<br /><strong>Hasil:</strong> Indikator keberhasilan mencakup meningkatnya pemahaman peserta tentang proses produksi ramah lingkungan, kemampuan mengidentifikasi kemasan daur ulang, serta komitmen individu untuk mengurangi sampah plastik. Hasil kegiatan menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat sinergi antara industri dan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan.</p> 2025-11-05T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 A A Sinta Krisna Febriani, Dini Mariyani, Komang Widhya Sedana Putra https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/161 Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Keterampilan Merajut Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga 2025-11-06T11:03:59+07:00 Marhawati Najib marhawati@unm.ac.id Rahmatullah marhawati@unm.ac.id Inanna marhawati@unm.ac.id Andi Sawe Ri Esso marhawati@unm.ac.id Syamsu Rijal marhawati@unm.ac.id Ratna marhawati@unm.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pemberdayaan perempuan khususnya ibu rumah tangga yang dapat menambah penghasilan ekonomi keluarga adalah dengan merajut. Temuan yang diperoleh bahwa kebanyakan ibu rumah tangga menganggur dan banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, karena minimnya pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat rajutan tangan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan mitra dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membuat rajutan tangan dan produksinya dapat dipasarkan melalui e-commerce, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan <em>Participatory Learning and Action</em> (PLA) dengan pemberian materi melalui sosialisasi, pelatihan, praktek secara langsung, dan pendampingan.<br /><strong>Hasil:</strong> Pelatihan merajut berjalan dengan baik dan lancar dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 32 orang. Pelatihan merajut dibagi tiga tahap diawali dengan sosialisasi pengenalan bahan dan alat yang digunakan, praktek merajut dengan membuat tas <em>handphone</em>, dompet dan peci. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pemsaran produk secara digital dengan menggunakan e-commerce. Akhir kegiatan dilakukan evaluasi, hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam merajut walaupun belum signifikan. Begitu juga dengan pelatihan pemasaran produk dengan menggunakan <em>e-commerce</em>. Oleh karena itu tim pelaksana masih memberikan pendampingan kepada peserta yang membutuhkan. Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam merajut serta memasarkan secara online, sehingga dapat menambah penghasilan bagi ibu rumah tangga.</p> 2025-11-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Marhawati Najib, Rahmatullah, Inanna, Andi Sawe Ri Esso, Syamsu Rijal, Ratna https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/168 Pelatihan Teknologi Penyimpanan Hijauan, Pembuatan Kompos, Serta Pengolahan Susu Kambing Di Desa Sri Rejosari 2025-09-28T14:53:11+07:00 Rohmatul Anwar rohmatulanwar10@gmail.com Agus Sutanto rohmatulanwar10@gmail.com Diah Reni Asih rohmatulanwar10@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Masyarakat Desa Sri Rejosari mayoritas memiliki peternakan kambing. Permasalahan peternak kambing yang dialami adalah kesulitan penyimpanan hijauan, mengolah kotoran kambing dan pengolahan susu. Masyarakat membutuhkan pendampingan untuk mencari solusi yang tepat dalam melakukan upaya untuk penyimpanan hijauan (silase dan fermentasi), mengolah limbah ternak agar tidak mencemari lingkungan, pengolahan susu menjadi produk yang lebih baik dan bisa menjadi produk usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat hidup kreatif dengan teknologi penyimpanan hijauan, mengolah kotoran hewan dan pengolahan susu menjadi produk yang bernilai ekonomis.<br /><strong>Metode:</strong> Metode pengabdian masyarakat yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan dengan praktek langsung ditempat.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan adanya peningkatan kemampuan peternak kambing sebagai sasaran kegiatan untuk penyimpanan hijauan, mengolah kotoran kambing menjadi pupuk, pengolahan susu menjadi kefir dan yogurt. Simpulan kegiatan pemberdayaan masyarakat terjadi peningkatan pengalaman dan pengetahuan tentang menjadi peternak modern dengan melakukan pelatihan dengan penyampaian materi kepada peserta tentang fermentasi pakan daun singkong, pembuatan kompos padat dan cair kohe kambing serta pengolahan susu menjadi kefir dan yogurt. dapat mengatasi permasalahan yang dihadapai peternak kambing dalam mengolah kotoran yang tidak sebatas menghasilkan pupuk tetapi bernilai ekonomi.</p> 2025-11-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Rohmatul Anwar, Agus Sutanto, Diah Reni Asih https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/145 Sharing Session: Transformasi Pengelolaan Organisasi Masyarakat Dalam Era Digital 2025-07-18T10:58:36+07:00 Andromeda Valentino Sinaga andromedavalentinosinaga@unm.ac.id Rimma Sianipar andromedavalentinosinaga@unm.ac.id Yulita Sirinti Pongtambing andromedavalentinosinaga@unm.ac.id Jonris Tampubolon andromedavalentinosinaga@unm.ac.id Eliyah Acantha Manapa Sampetoding andromedavalentinosinaga@unm.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kemajuan teknologi digital menuntut organisasi berbasis komunitas (OBK) untuk terus beradaptasi, khususnya dalam bidang administrasi, komunikasi, dan transparansi. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, termasuk rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kekurangan sumber daya manusia yang terampil, yang semuanya menghambat proses transformasi.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital para pengelola organisasi berbasis komunitas (OBK) agar mereka dapat secara efektif mengintegrasikan teknologi ke dalam manajemen organisasi mereka.<br /><strong>Metode:</strong> Melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas digital para pengelola OBK. Program ini disusun dalam bentuk sesi berbagi interaktif yang mencakup topik utama seperti manajemen organisasi digital, komunikasi melalui platform daring, dan keamanan data.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya digitalisasi, yang tercermin dari meningkatnya minat peserta dalam mengadopsi teknologi untuk keperluan manajemen administrasi dan keuangan. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, antara lain keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi dan kurangnya pelatihan teknis berkelanjutan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi OBK. Pelatihan yang berkesinambungan dan peningkatan akses terhadap teknologi merupakan faktor kunci dalam mempercepat adaptasi mereka di era digital.</p> 2025-11-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Andromeda Valentino Sinaga, Rimma Sianipar, Yulita Sirinti Pongtambing, Jonris Tampubolon, Eliyah Acantha Manapa Sampetoding https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/166 Inovasi Pakan Konsentrat Ekonomis Untuk Sapi Perah Periode Laktasi Di Kelompok Peternak Desa Sepawon, Kabupaten Kediri 2025-09-21T05:24:07+07:00 Endang Sapta Hari Sosiawati endangsapta@uniska-kediri.ac.id Indah Yuni Astuti endangsapta@uniska-kediri.ac.id M Hatta endangsapta@uniska-kediri.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Desa Sepawon merupakan salah satu desa yang memiliki sentra sapi perah, dengan populasi peternak sapi perah sebanyak 60 peternak dengan komposisi 20% peternak muda dan 80% peternak berusia tua.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian Pada Masyarakan (PKM) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan praktis dalam manajemen pakan dan pembuatan pakan konsentrat sapi perah secara mandiri. Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan akan berdampak pada peningkatan produktivitas usaha sapi perah yang digelutinya.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 20-21 November 2024, di Balai Desa Sepawon, Kabupaten Kediri. Jumlah peserta 53 orang peternak sapi perah melalui ceramah dan pelatihan (praktik).<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil yang dicapai dalam PKM adalah peningkatan pengetahuan para peternak sapi perah terhadap anatomi saluran pencernaan (49,96%), pemilihan bahan pakan yang berkualitas (12,86%), manajemen pakan (50,54%) dan peningkatan pengalaman praktis dalam pembuatan konsentrat yang berkualitas secara mandiri.</p> 2025-11-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Endang Sapta Hari Sosiawati, Indah Yuni Astuti, M Hatta https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/147 Sosialisasi Produk Multigrain Snack bar Kepada Pekerja Migran Indonesia di Gimpo, Korea Selatan Sebagai Alternatif Meredakan Stres 2025-09-03T10:03:38+07:00 Titisari Juwitaningtyas titisari.juwitaningtyas@tp.uad.ac.id Nina Salamah nina.salamah@pharm.uad.ac.id Putri Rachma Novitasari putri.novitasari@pharm.uad.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Stres kerja menjadi permasalahan serius di Korea Selatan, terutama akibat budaya kerja yang kompetitif, jam kerja panjang, serta tekanan hierarki perusahaan yang kuat. Tidak hanya pekerja lokal, Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga mengalami tekanan lebih besar karena hambatan bahasa, budaya, serta keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum dan layanan kesehatan mental. Kondisi kerja yang berat, isolasi sosial, dan perlakuan diskriminatif turut meningkatkan risiko stres berkepanjangan.<br /><strong>Tujuan:</strong> Melakukan pendekatan untuk membantu mengelola stres secara alami melalui pelatihan pembuatan makanan fungsional.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim dosen Universitas Ahmad Dahlan bekerja sama dengan PCIM Korea Selatan melalui pelatihan pembuatan multigrain <em>snack bar</em> kepada PMI. Program ini dilaksanakan secara daring dan luring, dengan melalui penguatan literasi gizi dan pengenalan makanan fungsional berbasis lokal.<br /><strong>Hasil:</strong> Makanan fungsional dapat membantu menyeimbangkan sistem saraf, hormon, serta meningkatkan produksi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam regulasi emosi. Salah satu bentuk makanan fungsional yang praktis dan efektif adalah <em>snack bar</em>. <em>Snack bar</em> yang diformulasikan dengan bahan multigrain, buah kering, dan kurma dapat berfungsi sebagai camilan sehat sekaligus pendukung pengelolaan stres.</p> 2025-11-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Titisari Juwitaningtyas, Nina Salamah, Putri Rachma Novitasari https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/156 Pelatihan Administrasi dan Aplikasi Coretax untuk Pelaporan Pajak Penghasilan PPh 21 pada PT Derma Sembilan 2025-08-21T22:12:34+07:00 Rizky Ayu Herdiyanti h.rizkyayu2@gmail.com Achmad Badjuri badjuri@edu.unisbank.ac.id Panca Wati Hardiningsih pancawati@edu.unisbank.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> PT Derma Sembilan Indonesia merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang jasa klinik kecantikan, sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan, perusahaan masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, seperti keterlambatan pelaporan PPh 21, kurangnya pemahaman terhadap mekanisme perhitungan pajak, serta belum optimalnya sistem pencatatan dan pengarsipan dokumen, terutama yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap PPh 21.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku dan pelatihan ini difokuskan pada perhitungan, pengisian bukti potong serta pelaporan pajak melalui sistem Coretax,. Penerapan teknologi digital melalui coretax juga mendorong efisiensi pelaporan serta meminimalkan risiko kesalahan administrasi.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan Pelatihan ini terbagi menjadi beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap pelaksanaan terdiri dari presentasi materi, simulasi penggunaan aplikasi coretax dengan data simulasi dari perusahaan serta dilanjutkan dengan diskusi. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai peningkatan kompetensi karyawan dalam mengelola administrasi pajak dan pelaporan PPh 21. Selain itu, disusun rekomendasi untuk penerapan sistem administrasi dan pelaporan pajak yang lebih efektif di lingkungan PT Derma Sembilan.<br /><strong>Hasil:</strong> kegiatan pelatihan yang difokuskan pada perhitungan, pengisian bukti potong serta pelaporan pajak melalui sistem Coretax, perusahaan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku, dilihat dari tingkat pemahaman staff terhadap PPh 21 meningkat yaitu berdasarkan kuesioner evaluasi yang disebarkan setelah pelatihan sebesar 85% peserta menyatakan telah memahami alur perhitungan dan pelaporan PPh 21 dengan baik.</p> 2025-11-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Rizky Ayu Herdiyanti, Achmad Badjuri, Pancawati Hardiningsih https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/162 Dampak dan Efektivitas Urban Farming untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Merpati Asri Kota Bandar Lampung 2025-09-20T13:36:35+07:00 Eka Kasymir sahrul.ariirawan22@fp.unila.ac.id Sahrul Ari Irawan sahrul.ariirawan22@fp.unila.ac.id Serly Silviyanti Soepraktikno serly0607@gmail.com I Rani Mellya Sari arisahrul2@gmail.com Yuli Safitri arisahrul2@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong><em> Urban farming </em>merupakan budidaya hewan maupun tanaman di wilayah perkotaan yang berdampak sosial dan ekonomi, salah satunya melalui sistem akuaponik. Di Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai ibu rumah tangga belum memiliki usaha alternatif, sehingga melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Merpati Asri dilakukan penerapan akuaponik untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan. <br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan memfasilitasi masyarakat dalam memulai budidaya perikanan air tawar dengan teknik akuaponik.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada 35 anggota KWT Merpati Asri, Fokus pendampingan pada budidaya ikan air tawar berbasis akuaponik, manajemen kelembagaan, dinamika kelompok, motivasi, dan kewirausahaan melalui ceramah, diskusi, kunjungan lapangan, dan demonstrasi demplot.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukan peningkatan kapasitas SDM dalam manajemen kelompok, memperluas pengetahuan anggota tentang budidaya ikan air tawar berbasis akuaponik, serta memberikan dukungan modal dan pendampingan sehingga mendorong kemandirian ekonomi. Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indek Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan dosen dan pemberian pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).</p> 2025-12-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Eka Kasymir, Sahrul Ari Irawan, Serly Silviyanti Soepraktikno, I Rani Mellya Sari, Yuli Safitri https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/165 Kampung Wisata Purbayan: Integrasi Teknologi dalam Harmonisasi Nilai Keagamaan dan Budaya 2025-09-30T21:51:20+07:00 Ihwana As'ad ihwana.asad@umi.ac.id Makmur Harun ihwana.asad@umi.ac.id Faidah Azuz ihwana.asad@umi.ac.id Muhammad Alwi ihwana.asad@umi.ac.id Sri Firmiaty ihwana.asad@umi.ac.id Sugiarti ihwana.asad@umi.ac.id Lilis Nur Hayati ihwana.asad@umi.ac.id A Ulfah Tenripada ihwana.asad@umi.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kampung Wisata Purbayan merupakan kawasan heritage yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah. Keterbatasan masyarakat dalam melakukan promosi mengakibatkan banyak potensi wisata seperti situs sejarah Mataram Islam, arsitektur tradisional Jawa, dan kerajinan lokal belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan desa wisata secara lebih efektif melalui edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi budaya, sejarah, dan nilai keagamaan di Kampung Wisata Purbayan dalam pengembangan wisata, dan masih rendahnya penggunaan teknologi digital sebagai media promosi dan edukasi.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal (pengelola kampung, UMKM, tokoh masyarakat) aktif dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi intervensi promosi digital dan edukasi wisata halal.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Kampung Wisata Purbayan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi yang kuat dalam mengembangkan wisata berbasis nilai agama dan budaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–18 Maret 2023 dan melibatkan 67 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Suriname menghasilkan tiga temuan utama: (1) penguatan identitas religius dan budaya lokal sebagai basis pengembangan wisata, (2) peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata.</p> 2025-12-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Ihwana As’ad, Makmur Harun, Faidah Azuz, Muhammad Alwi, Sri Firmiaty, Sugiarti, Lilis Nur Hayati, A. Ulfah Tenripada https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/170 Belajar Konsep Angka dan Bentuk Bangun Datar pada Bangunan Masjid Jami’ Air Tiris 2025-11-20T20:59:15+07:00 Molli Wahyuni whykpr@gmail.com Muhammad Rahmatullah whykpr@gmail.com Syaiful Rohman whykpr@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Di Kuala Lumpur, terdapat anak-anak usia sekolah keturunan Indonesia yang tidak dapat mengikuti sekolah formal karena status kewarganegaraan. Untuk membantu agar anak-anak tersebut tetap bisa belajar dan mengikuti pembelajaran, sejumlah warga asal Indonesia berinisiatif mendirikan Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM). Anak-anak belajar di SBM tersebut tanpa ada guru yang tetap, sehingga kurikulum yang diikuti tidaklah kurikulum formal dan hanya diajarkan agar tetap bisa membaca, berhitung, belajar beribadah.<br /><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar melalui kontekstualisasi budaya, dan 2) menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna dan mengurangi kecemasan matematika karena menghubungkan matematika dengan identitas budaya. Pengabdian ini dilaksanakan karena siswa di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) belajar tidak memiliki guru khusus matematka, sehingga pemahaman terhadap konsep-konsep dasar matematika, khususnya angka dan bangun datar masih sangat kurang.<br /><strong>Metode:</strong> Pengabdian kepada masyarakat ini bentuk partisipasi sebagai Invited Speaker dalam konferensi internasional The 3rd IJESAS 2025 dengan tema "Innovating for a Sustainable Future: Holistic Integration of Sciences to Achieve the SDGs through Technological Advances". Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada 2-3 Oktober 2025 di SBM Kuala Lumpur, Malaysia. Metode yang digunakan adalah presentasi ilmiah, diskusi, dan diseminasi manuskrip. <br /><strong>Hasil:</strong> Hasil yang dicapai antara lain: (1) Terjadi transfer ilmu mengenai etnomatematika kepada peserta internasional; (2) Terjalinnya jejaring untuk kolaborasi masa depan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan seluruh siswa dari SBM Kuala Lumpur Malaysia yang membuktikan bahwa partisipasi dalam forum internasional efektif sebagai media pengabdian masyarakat memiliki berdampak positif, yang mana peserta sudah lebih baik dalam memahami konsep tentang angka dan bentuk bangun datar. Disarankan untuk melakukan pendampingan lanjutan dan pengembangan modul berbasis etnomatematika untuk sanggar belajar komunitas Indonesia di luar negeri</p> 2025-12-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Molli Wahyuni, Muhammad Rahmatullah, Syaiful Rohman https://opencomserv.com/index.php/OCSJ/article/view/175 Implementasi Pembelajaran Saintifik Berbasis Tanaman Obat pada Pendidikan Anak Usia Dini di TK Khalifah 48 Kota Banda Aceh 2025-12-26T20:33:59+07:00 Dwi Putri Rejeki cherry4n4@yahoo.com Ria Ceriana cherry4n4@yahoo.com Ida Mukhlisa cherry4n4@yahoo.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap awal yang sangat menentukan dalam menunjang perkembangan anak, baik pada aspek fisik, kognitif, bahasa, sosial, maupun emosional. Namun demikian, pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber pembelajaran yang bersifat kontekstual, terutama penggunaan tanaman obat lokal, masih belum dimaksimalkan dalam praktik pembelajaran di satuan PAUD.<br /><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan pembelajaran saintifik berbasis tanaman obat di TK Khalifah 48 Kota Banda Aceh sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dan kemampuan kognitif anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.<br /><strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan pembelajaran saintifik berbasis tanaman obat di TK Khalifah 48 Kota Banda Aceh sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dan kemampuan kognitif anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.<br /><strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini melibatkan dua orang guru dan lima belas peserta didik melalui observasi awal, demonstrasi penerapan pembelajaran saintifik, serta pemantauan pascapelatihan selama satu bulan. Pendekatan saintifik dilaksanakan melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah dan mengaitkan data, serta mengomunikasikan hasil dengan memanfaatkan tanaman obat lokal seperti kunyit dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran saintifik, yang tercermin dari peningkatan nilai pretest dan posttest dari 30% menjadi 95%. Seluruh guru (100%) mampu menyusun RPPH berbasis pendekatan saintifik dengan tema tanaman obat. Selain itu, anak-anak mengalami peningkatan kemampuan kognitif, rasa ingin tahu, dan keaktifan dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Dengan demikian, penerapan pembelajaran saintifik berbasis tanaman obat terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual yang mendukung Kurikulum Merdeka PAUD serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan dan direplikasi pada satuan PAUD lainnya.</p> 2025-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Dwi Putri Rejeki, Ria Ceriana, Ida Mukhlisa